KAI Terus Upayakan Reaktivasi Jalur KA

Jum'at, 19 September 2014 - 00:21 WIB
KAI Terus Upayakan Reaktivasi...
KAI Terus Upayakan Reaktivasi Jalur KA
A A A
BANDUNG - PT Kereta Api Indonesia (KAI) mesih terus mengupayakan reaktivasi jalur kereta api (KA).

Pasalnya, kemacetan lalu lintas sudah terjadi hampir di semua daerah di Indonesia. Untuk itu, reaktivasi jalur KA dipandang penting untuk mengatasi masalah tersebut.

Pada pelaksanaannya, reaktivasi jalur ini tidak bisa langsung dilakukan begitu saja. PT KAI harus dihadapkan pada penertiban aset berupa lahan yang sudah dikuasai pihak lain. Terutama di jalur KA yang sudah lama tak dioperasikan.

"Kondisi lalu lintas yang crowded saat ini bisa di atasi. Salah satunya dengan optimalisasi moda transportasi KA. Reaktivasi jalur KA yang sudah lama tidak dioperasikan sudah menjadi salah satu program dari KAI untuk optimalisasi tersebut," ujar Kepala Humas PT KAI Makmur Saheran, Kamis (18/9/2014).

Dia mengatakan, jalur KA yang beroperasi sebelumnya di seluruh Indonesia sepanjang 8.000 km. Namun, karena satu dan lain hal, terdapat beberapa jalur yang akhirnya ditutup.

"Saat ini, jalur KA yang aktif di seluruh Indonesia sepanjang 5.500 km," ungkapnya.

Menurutnya, itu pun setelah melakukan reaktivasi beberapa jalur KA yang ditutup sebelumnya. Jalur KA sepanjang 2.500 km sisanya menjadi target reaktivasi KAI.

Sementara, terkait banyak pihak lain yang menguasai aset atau lahan PT KAI, pihaknya akan berpatokan terhadap sejarah tanah yang tertuang dalam surat tanah.

Maka pihaknya akan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait dengan rencana reaktivasi jalur kereta api yang telah lama ditutup.

"Kami terus melakukan sosialisasi agar masyarakat paham mengenai rencana reaktivasi jalur kereta api ini," katanya.

Saheran mengatakan, pihaknya akan memberikan sejumlah uang proses perpindahan warga yang menempati lahan atau aset KAI. Nominal uang pindah yang akan diberikan bervariasi bergantung besar kecilnya bangunan.

"Ini tidak akan sama dengan ganti rugi. Kami akan memberikan uang pindah saja. Karena lahannya merupakan aset milik PT KAI. Kalau ganti rugi itu, jika lahannya milik warga dan terkena dengan rencana reaktivasi ini," katanya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Harga Tiket Kereta Api...
Harga Tiket Kereta Api Jarak Jauh Naik 40%
KAI Tambah Kereta Jarak...
KAI Tambah Kereta Jarak Jauh, Ini Rincian Rute dan Jadwalnya
KA Lokal Daop I Jakarta...
KA Lokal Daop I Jakarta Masih Belum Operasi hingga 31 Juli 2020
5 KA Jarak Jauh Beroperasi...
5 KA Jarak Jauh Beroperasi dari Daop 1 Jakarta Mulai 3 Juli 2020, Ini Daftarnya
KAI Siapkan Protokol...
KAI Siapkan Protokol Khusus Hadapi Skenario New Normal
Waktu Perjalanan KA...
Waktu Perjalanan KA Akan Singkat dan Jadwal Keberangkatan Berubah, Awas Telat!
Berita Terkini
Didukung BPDP dan Ditjenbun,...
Didukung BPDP dan Ditjenbun, AKPY Percepat Transfer Teknologi ke Pekebun Sawit Morowali
14 menit yang lalu
Prabowo Luncurkan BBM...
Prabowo Luncurkan BBM Baru B50 Pertama di Indonesia
34 menit yang lalu
Hyundai Kunjungi iNews...
Hyundai Kunjungi iNews Media Group, Perkuat Sinergi dan Jajaki Peluang Kolaborasi Strategis
54 menit yang lalu
Riset Terbaru Novo Nordisk:...
Riset Terbaru Novo Nordisk: Wegovy Dosis Tinggi Efektif Pangkas Berat Badan
1 jam yang lalu
Kedok Perusahaan Cangkang...
Kedok Perusahaan Cangkang Miliarder Prancis Berharta Rp2.724 Triliun Terbongkar, Alat Sunat Pajak?
2 jam yang lalu
Hadir IndoBuildTech...
Hadir IndoBuildTech 2026,AM MortarBangun Interaksi dengan Pelanggan
2 jam yang lalu
Infografis
Pacu Jalur, Olahraga...
Pacu Jalur, Olahraga Tradisional Riau yang Mendunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved