Jokowi Sebut Berbelitnya Perizinan sebagai 'Penyakit'

Jum'at, 19 September 2014 - 10:27 WIB
Jokowi Sebut Berbelitnya...
Jokowi Sebut Berbelitnya Perizinan sebagai 'Penyakit'
A A A
JAKARTA - Proses perizinan dan birokrasi di Indonesia sering mendapat cap buruk di mata investor. Pasalnya, perizinan yang berbelit serta birokrasi yang menyulitkan membuat para pengusaha, baik dalam dan luar negeri urung menanamkan modalnya di Indonesia.

Menanggapi hal itu, presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) mengaku memang sering mendapat keluhan dari para investor mengenai sulitnya proses perizinan di Indonesia. Bahkan, dia menyebut bahwa berbelitnya birokrasi di Indonesia sebagai 'penyakit' yang menyebabkan investor enggan masuk ke Indonesia.

"Banyak tamu yang mau investasi, keluhannya mirip, yaitu soal pertama, perizinan. Ini penyakit," ujarnya di Hotel Fous Season, Jakarta Selatan, Kamis (18/9/2014) malam.

Jokowi merasa perlu untuk membereskan hal tersebut. Hal ini diakuinya akan dilakukan melalui pelayanan satu pintu atau one service, yang telah dilakukan oleh pemerintahan pendahulunya di Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II.

"Tadinya mau buat one service, tapi belum bisa sempurna. Tapi kalau itu diawasi terus, itu bisa jadi budaya kerja asal ada sistemnya. Saya tidak pintar buat program itu, nyatanya bisa, IMB (izin mendirikan bangunan) online bisa. Hanya masalah niat, mau atau tidak mau," lanjutnya.

Selain itu, dia menambahkan, masalah lain yang kerap dikeluhkan investor terkait kebijakan yang tumpang tindih antara pemerintah pusat dan daerah, serta di setiap kementerian.

"Pernah gubernur di wilayah Kalimantan bilang ke saya, di sana sengketa sekitar 857 kasus, itu soal tambang dan perkebunan, tambang dengan rakyat, perkebunan dengan rakyat, macam-macam. Ini karena kita tidak punya policy yang jelas, semua harus pada peta yang sama. Itu baru satu provinsi, kita ada berapa provinsi? Tidak bisa seperti ini diteruskan," jelasnya.

Didasari hal tersebut, mantan Wali Kota Solo ini berjanji akan memperbaiki sistem birokrasi agar tidak rumit dan lebih sederhana.

"Semua memang harus dikerjakan, yang rumit disimpelkan, bukan dibalik-balik, yang harusnya mudah malah dipersulit. Kita tidak bisa lincah karena mentok pada aturan-aturan. Ini menjadi PR (pekerjaan rumah) kita. Revisi juga perlu kuat di dewan (DPR). Yang punya uang digunakan untuk investasi. Kalau (masalah) yang kecil-kecil jangan ke kita, yang besar-besar baru ke kita," tandasnya.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
2.078 Izin Usaha Pertambangan...
2.078 Izin Usaha Pertambangan Dicabut, Pemerintah Tak Pandang Bulu Siapa Pemiliknya
2.087 IUP Dicabut, Bahlil:...
2.087 IUP Dicabut, Bahlil: Tak Ada Pengusaha Tertentu yang Kendalikan Pemerintah
Holywings Pondok Indah...
Holywings Pondok Indah Satu-satunya Gerai yang Tidak Disegel Pemprov DKI
Pertamina Bakal Cabut...
Pertamina Bakal Cabut Izin SPBU Buntut Pom Bensin Curangi Meteran
Curhat Jokowi Saat Masih...
Curhat Jokowi Saat Masih Susah Jadi Pengusaha: Urus Izin Usaha Harus Bayar
Izin Operasional Sektor...
Izin Operasional Sektor Kesehatan Mendominasi di Semester I/2020
Berita Terkini
Dukung Industri Kreatif,...
Dukung Industri Kreatif, Joshua Khubani Siapkan Investasi USD100 Juta
3 jam yang lalu
Jelajahi 197 Negara,...
Jelajahi 197 Negara, Peneliti Temukan Kesederhanaan Jadi Kunci Kebahagiaan
3 jam yang lalu
Pasar Keuangan Ambruk...
Pasar Keuangan Ambruk Lebih Dalam, Rupiah Diramal Tembus Rp19.000 Akhir Bulan Ini
3 jam yang lalu
BRIN Apresiasi Program...
BRIN Apresiasi Program Konservasi Astra Agro Dukung Target Biodiversitas
4 jam yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Mager di Rp2,73 Juta per Gram, Berikut Rinciannya
4 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Program CID
5 jam yang lalu
Infografis
9 Poin Penegasan Rektor...
9 Poin Penegasan Rektor UGM terkait Ijazah Jokowi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved