Kekhawatiran Ekonomi Global Bikin Wall Street Terkoreksi

Rabu, 24 September 2014 - 08:46 WIB
Kekhawatiran Ekonomi...
Kekhawatiran Ekonomi Global Bikin Wall Street Terkoreksi
A A A
NEW YORK - Indeks saham di bursa Wall Street pada perdagangan Selasa waktu setempat berakhir terkoreksi terbebani saham sektor konsumer yang memimpin penurunan di indeks S&P 500 karena investor khawatir terhadap laju pertumbuhan ekonomi global.

Koreksi meluas, di mana 10 sektor primer di indeks S&P 500 terkoreksi. Saham sektor konsumer (SPLRCS) anjlok 0,9%, sementara industri (SPLRCI) susut 0,8%.

Pelemahan di Wall Street seiring dengan indeks saham Eropa, di mana FTEU3 anjlok 1,3% setelah data menunjukkan kontraksi dalam kegiatan bisnis Prancis dan melambatnya pertumbuhan manufaktur Jerman bulan ini.

"Data Eropa sedikit memprihatinkan. Kami tidak mengharapkan adanya kenaikan selamanya dan selalu, tapi kita melihat sedikit perlambatan," kata Strategi Pasar Global JP Morgan Funds David Lebovitz seperti dilansir dari Reuters, Rabu (24/9/2014).

Konflik di luar negeri menambahkan sentimen ke pasar setelah Amerika Serikat melakukan serangan udara di Suriah melawan pejuang Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Ketegangan mendorong harga minyak mentah CLc1 0,6% menjadi USD91,44 per barel.

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup jatuh 116,81 poin atau 0,68% ke 17.055,87; indeks S&P 500 terkoreksi 11,52 poin, atau 0,58% ke 1.982,77; dan Nasdaq Composite turun 19,00 poin atau 0,42% ke 4.508,69.

Indeks S&P 500 terkoreksi untuk sesi ketiga berturut-turut dan ditutup di bawah rata-rata 14 hari untuk hari kedua berturut-turut. Ini meunujukkan tren pelemahan dalam jangka pendek.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
PNM Bawa Suara Jutaan...
PNM Bawa Suara Jutaan Pengusaha Ultra Mikro di Halal Expo Indonesia 2026
16 menit yang lalu
Sabet Dua Penghargaan,...
Sabet Dua Penghargaan, Great Eastern Life Bersinar di Ajang Insurance Asia Awards 2026
33 menit yang lalu
Aturan Baru Outsourcing...
Aturan Baru Outsourcing Masuk Tahap Finalisasi, Said Iqbal: Target Rampung Juli 2026
40 menit yang lalu
Industri Plastik Tertekan...
Industri Plastik Tertekan Impor Murah China, Pabrik Mulai Pangkas Jam Kerja
1 jam yang lalu
Rupiah Ambruk ke 18.128...
Rupiah Ambruk ke 18.128 per Dolar AS, Apa Pemicu Sebenarnya?
1 jam yang lalu
DSC Transformasi Jadi...
DSC Transformasi Jadi Ekosistem Wirausaha, Siapkan Hibah Rp2,5 Miliar
1 jam yang lalu
Infografis
7 Dosa Kebijakan Nicolas...
7 Dosa Kebijakan Nicolas Maduro: Akar Kehancuran Ekonomi dan Sosial Venezuela
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved