Garuda Kehilangan Rp2,2 M Per Bulan dari Airport Tax

Kamis, 25 September 2014 - 06:00 WIB
Garuda Kehilangan Rp2,2...
Garuda Kehilangan Rp2,2 M Per Bulan dari Airport Tax
A A A
JAKARTA - Garuda Indonesia memperkirakan telah kehilangan Rp2,2 miliar per bulan dari penerapan passengger service charge (PSC) atau airport tax (pajak bandara), yang mengacu pada standar internasional.

Alasannya, terjadi multileg stop over yang tidak terkoneksi sehingga ada potensi kehilangan keuangan.

"Kami mengalami under collection (tak tertagih) sekitar Rp2,2 miliar per bulan sebagai dampak dari penggabungan PSC dengan tiket," ujar Kepala Project Dedicated Terminal Garuda Indonesia, Andi Rivai usai jumpa pers di Jakarta, Rabu (24/9/2014)..

"Terutama untuk rute luar negeri ke Indonesia. Di mana harus berhenti di beberapa kota (multileg step offer). Ada PSC yang tak tertagih. Sementara Garuda tetap setor ke pengelola bandara karena pembayaran berdasarkan manifes pesawat," ungkapnya.

Masalah penyetoran tersebut terjadi karena sistem PSC on tiket atau airport tax terpadu yang diterapkan, berbeda dengan di PT Angkasa Pura.

"Prinsipnya, kalau ada penumpang internasional menuju Denpasar, namun pesawatnya singgah dulu di Jakarta PSC-nya ditagih lagi," kata Andi.

"Padahal penumpang tersebut sudah membayar PSC di negara asal. Seharusnya sudah bebas PSC. Nah, kami ada kehilangan Rp2,2 miliar yang seharusnya sudah terbayar di tiket itu," jelasnya.

Sebagai informasi, biaya PSC yang terbayarkan oleh penumpang atas jasa penggunaan jasa pelayanan dan fasilitas bandara ketika melakukan perjalanan dengan pesawat udara merupakan wewenang dan tanggung jawab penuh pengelola bandara.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tak Mampu Bayar Hutang,...
Tak Mampu Bayar Hutang, PT Garuda Indonesia Bangkrut
Intip 5 Siasat Garuda...
Intip 5 Siasat Garuda Indonesia Saat Beban Utang Terus Membengkak
Menakar Skema Penyelamatan...
Menakar Skema Penyelamatan Garuda Indonesia di Tengah Lilitan Utang Jumbo
Sanggupkah Garuda Indonesia...
Sanggupkah Garuda Indonesia Selamat, Ini Kata Dirutnya!
Dirut Garuda Indonesia...
Dirut Garuda Indonesia Irfan Setiaputra: Garuda Siap Mengembalikan Kepercayaan Publik
Selamatkan Garuda Indonesia,...
Selamatkan Garuda Indonesia, Pengamat Penerbangan Minta Semua Pihak Satu Bahasa
Berita Terkini
Rupiah Sentuh Rp17.963,...
Rupiah Sentuh Rp17.963, Hari Ini Berakhir Sedikit Menguat Lawan Dolar AS
7 menit yang lalu
Purbaya Minta DJPb Monitor...
Purbaya Minta DJPb Monitor 3 Program Prioritas Termasuk MBG
37 menit yang lalu
IHSG Ditutup Meroket...
IHSG Ditutup Meroket 2,28% Sentuh Level 5.875, Ada 520 Saham Menghijau
1 jam yang lalu
Kantongi Restu OJK,...
Kantongi Restu OJK, Dua Pemegang Saham Utama CASH Siap Kawal Rights Issue Rp237,2 Miliar
1 jam yang lalu
Purbaya Tepis Kabar...
Purbaya Tepis Kabar Disebut Incar Influencer dan Toko Online: Tegaskan Pajak Demi Keadilan
2 jam yang lalu
Aplikasi Strava Kena...
Aplikasi Strava Kena Pajak 11%, DJP: Hanya Untuk yang Berlangganan
2 jam yang lalu
Infografis
Rusia Produksi Massal...
Rusia Produksi Massal Tank T-80 hingga 100 Unit per Bulan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved