IHSG Akhir Pekan Diprediksi Rawan Profit Taking
Jum'at, 26 September 2014 - 07:57 WIB
IHSG Akhir Pekan Diprediksi Rawan Profit Taking
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan akhir pekan ini diprediksi masih memiliki peluang melanjutkan penguatan, namun rawan aksi ambil untung (profit taking).
Analis Riset PT Woori Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, IHSG membentuk pola shooting star di atas middle bollinger band (MBB). MACD masih mendatar dengan histogram negatif yang memendek. RSI, Stochastic, dan William’s %R mencoba beralik arah naik.
Laju IHSG kemarin mampu bertahan di atas kisaran target support 5.159-5.169 dan sempat melampaui kisaran target resisten 5.188-5.210.
Meski terjadi penguatan, namun posisi IHSG masih rawan terkena profit taking karena laju bursa saham saham AS berbalik melemah pasca klaim pengangguran AS yang direspon negatif.
"Secara teknikal masih ada peluang melanjutkan kenaikan, namun perlu diperhatikan sentiment tersebut," kata dia, Jumat (26/9/2014).
Dia memprediksi, IHSG hari ini akan berada pada rentang support 5.170-5.190 dan resisten 5.210-5.218.
Sementara kemarin, pasca mengalami pelemahan sehari sebelumnya, laju IHSG berbalik positif seiring mulai adanya aksi beli dari pelaku pasar, terutama investor domestik. Laju IHSG pun tampak terimbas pergerakan laju bursa saham AS dan Eropa sebelumnya yang ditutup positif.
Meski transaksi asing kembali mencatatkan nett sell, namun dapat diimbangi dengan masih berlanjutnya penguatan nilai tukar rupiah. Di sisi lain, imbas menguatnya sejumlah harga komoditas turut mempengaruhi pergerakan saham-saham yang berbasis komoditas, sehingga mampu memberikan tambahan sentiment positif pada IHSG.
Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level tertinggi 5.213,24 di awal sesi 1 dan menyentuh level terendah 5.180,31 di mid sesi 2 dan berakhir di level 5201,38.
Volume perdagangan turun dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett sell dengan kenaikan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
Analis Riset PT Woori Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, IHSG membentuk pola shooting star di atas middle bollinger band (MBB). MACD masih mendatar dengan histogram negatif yang memendek. RSI, Stochastic, dan William’s %R mencoba beralik arah naik.
Laju IHSG kemarin mampu bertahan di atas kisaran target support 5.159-5.169 dan sempat melampaui kisaran target resisten 5.188-5.210.
Meski terjadi penguatan, namun posisi IHSG masih rawan terkena profit taking karena laju bursa saham saham AS berbalik melemah pasca klaim pengangguran AS yang direspon negatif.
"Secara teknikal masih ada peluang melanjutkan kenaikan, namun perlu diperhatikan sentiment tersebut," kata dia, Jumat (26/9/2014).
Dia memprediksi, IHSG hari ini akan berada pada rentang support 5.170-5.190 dan resisten 5.210-5.218.
Sementara kemarin, pasca mengalami pelemahan sehari sebelumnya, laju IHSG berbalik positif seiring mulai adanya aksi beli dari pelaku pasar, terutama investor domestik. Laju IHSG pun tampak terimbas pergerakan laju bursa saham AS dan Eropa sebelumnya yang ditutup positif.
Meski transaksi asing kembali mencatatkan nett sell, namun dapat diimbangi dengan masih berlanjutnya penguatan nilai tukar rupiah. Di sisi lain, imbas menguatnya sejumlah harga komoditas turut mempengaruhi pergerakan saham-saham yang berbasis komoditas, sehingga mampu memberikan tambahan sentiment positif pada IHSG.
Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level tertinggi 5.213,24 di awal sesi 1 dan menyentuh level terendah 5.180,31 di mid sesi 2 dan berakhir di level 5201,38.
Volume perdagangan turun dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett sell dengan kenaikan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
(rna)
Lihat Juga :