Investasi Jaminan Hari Tua Hanya 12 Juta Jiwa

Kamis, 02 Oktober 2014 - 21:31 WIB
Investasi Jaminan Hari...
Investasi Jaminan Hari Tua Hanya 12 Juta Jiwa
A A A
SURABAYA - Kesadaran jaminan hari tua bagi masyarakat Indonesia masih rendah, yakni dari 63 juta pekerja formal, hanya 12 juta yang memiliki Jamsostek jaminan hari tua.

Manulife Investor Sentiment Index (MISI) mencatat, dari survei yang dilakukan, penduduk Indonesia masih rendah pemahaman tentang kesejahteraan masa tua.

Saat ini, hanya ada 12 juta warga yang bekerja formal menentukan Jamsostek untuk hari tua. Jumlah tersebut sangat rendah, karena jumlah pekereja formal di Indonesia mencapai 63 juta, dan non formal 57 juta.

"Berarti masih perlu edukasi kepada masyarakat. Mereka belum memahami tentang investasi di hari tua," kata Chief of Employee Benefits Manulife Indonesia, Nur Hasan Kurniawan di Grha Bukopin Surabaya, Kamis (2/10/2014.

Meski demikian, ada sentiment positif dikalangan investor untuk menginvestasikan rencana pension. Sikap positif ini akan terbangun secara berkelanjutan.

Hal tersebut dipengaruhi dengan proses pemilihan presiden (Pilpres) yang cenderung aman. Pendapat ini dikemukakan 515 responden MISI, di Surabaya, Jakarta dan Medan.

Dari semua responden, ada kenaikan investor yang mau berinvestasi untuk masa tua. Jika tahun lalu hanya 48%, sekarang naik menjadi 57%.

Kebanyakan memilih melakukan investasi dibidang dana tunai dan properti. "Yang paling diminati untuk berinvestasi di properti dan dana tunai. Masyarakat sedang menykai dua investasi ini," ujar dia.

Sikap optimis juga dipengaruhi dengan kondisi cadangan devisi yang merangkak naik, tahun lalu investasinya hanya USD102,6 miliar, sekarang naik menjadi USD107,7 miliar.

Kondisi ini memancing investor semakin optimis. Berdasar temuan terakhir, sentiment positif terhadap investasi meningkat 9 poin menjadin 59 poin. Hal ini menjadikan Indonesia sebagai negara kedua paling optimis setelah Filipina.

Meski muncul sentiment positif, masyarakat Indonesia masih enggan berinvestasi pada berbagai keadaan investasi yang tersedia di pasar.

Mereka mengabaikan produk-produk pasar modal yang sebenarnya memberikan imbalan hasil lebih baik, seperti saham, pendapatan tetap, dan reksa dana.

"Investasi tabungan dan kepemilikan rumah masih menjadi idola masyarakat Indonesia," paparnyar.

Hasan menegaskan, dari hasil survei OJK, tingkat melek keuangan masyarakat masih memprihatinkan. Saat ini, indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia baru 21,8%.

Dari 240 juta jiwa penduduk Indonesia, baru 52 juta jiwa yang benar-benar faham tentang industri keuangan dan produk jasa keuangan.

"Riset OJK ini menunjukan tingkat pemahaman paling rendah terdapat pada pasar modal, yakni 0,11%, sisanya sektor perasuransian sebesar 11,81%,lembaga pembiayaan 6,33%, pegadaian 5,04%, dan dana pension 1,53%," jelas Hasan.

Agency Director Merry Tanhart, LUTCF, FSS PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia mengatakan, kesadaran masyarakat untuk memahami asuransi sudah mulai membaik.

Meski prosesnya melambat, tetapi fakta ini membuat gembira pemain asuransi. "Jawa Timur ada pertumbuhan cukup menggembirakan. Kami yakin aka nada peningkatan dalam berasuransi," katanya.

Apalagi, dari hasil survei yang dilakukan MISI, kesadaran masyarakat Kota Pahlawan terhadap investasi sekitar 19% dari pekerja formal yang ada.

Sehingga, akan ada peningkatan pendapatan jika kesadaran masyarakat semakin baik.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pengamat Minta Rencana...
Pengamat Minta Rencana IPO PT ASDP Persero Dibatalkan
Petani Mendapat Sosialisasi...
Petani Mendapat Sosialisasi Keamanan Seiring Gas JTB Mulai Dialirkan
Korupsi PT DI Persero,...
Korupsi PT DI Persero, KPK Dalami RUPS Penentuan Mitra Penjualan
Pos Indonesia Salurkan...
Pos Indonesia Salurkan Bantuan Uang Sembako Pensiunan PT Pelindo (Persero)
Kenali 11 Jurusan Kuliah...
Kenali 11 Jurusan Kuliah yang Paling Diincar BUMN PT Persero
PT PP (Persero) Tbk...
PT PP (Persero) Tbk Bantu 25.000 Masker Medis untuk Polda Sulut
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
3 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
4 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
4 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
5 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
5 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
6 jam yang lalu
Infografis
Penduduk Dunia Resmi...
Penduduk Dunia Resmi Mencapai 8 Miliar Jiwa Hari Ini
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved