Harga Minyak Dunia Anjlok Tak Pengaruhi Subsidi BBM
Kamis, 09 Oktober 2014 - 16:34 WIB
Harga Minyak Dunia Anjlok Tak Pengaruhi Subsidi BBM
A
A
A
JAKARTA - Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Bambang Brodjonegoro mengatakan, meski harga minyak dunia anjlok, namun tidak berdampak pada anggaran subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM).
Dia menuturkan, kendati harga minyak dunia yang turun cukup menguntungkan Indonesia, namun dengan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD), penurunan tersebut tak banyak membantu.
"Cuma rupiahnya masih berat membantu. Di satu sisi rupiahnya melemah," jelas Bambang usai rapat koordinasi (rakor) di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (9/10/2014).
Seperti diberitakan sebelumnya, harga minyak dunia menuju penurunan kuartalan terbesar dalam lebih dari dua tahun, karena pasokan minyak mentah berlimpah mengimbangi risiko konflik di Timur Tengah.
"Ada banyak pasokan, tapi tidak ada permintaan," kata Michael Hewson, analis pasar CMC Markets Plc, London, seperti dilansir dari Bloomberg.
Dia memperkirakan, Brent North Sea bisa turun ke angka USD90 per barel dan West Texas Intermediete (WTI) jatuh USD85 per barel pada kuartal berikutnya.
"Kami memiliki pertumbuhan yang lemah, dengan China dan Eropa melambat, serta serangan udara AS yang melindungi pasokan minyak di Timur Tengah. Momentum ini tentunya membuat harga minyak lebih rendah," kata Hewson.
Dia menuturkan, kendati harga minyak dunia yang turun cukup menguntungkan Indonesia, namun dengan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD), penurunan tersebut tak banyak membantu.
"Cuma rupiahnya masih berat membantu. Di satu sisi rupiahnya melemah," jelas Bambang usai rapat koordinasi (rakor) di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (9/10/2014).
Seperti diberitakan sebelumnya, harga minyak dunia menuju penurunan kuartalan terbesar dalam lebih dari dua tahun, karena pasokan minyak mentah berlimpah mengimbangi risiko konflik di Timur Tengah.
"Ada banyak pasokan, tapi tidak ada permintaan," kata Michael Hewson, analis pasar CMC Markets Plc, London, seperti dilansir dari Bloomberg.
Dia memperkirakan, Brent North Sea bisa turun ke angka USD90 per barel dan West Texas Intermediete (WTI) jatuh USD85 per barel pada kuartal berikutnya.
"Kami memiliki pertumbuhan yang lemah, dengan China dan Eropa melambat, serta serangan udara AS yang melindungi pasokan minyak di Timur Tengah. Momentum ini tentunya membuat harga minyak lebih rendah," kata Hewson.
(izz)
Lihat Juga :