Laju IHSG Mulai di Persimpangan
Rabu, 15 Oktober 2014 - 08:08 WIB
Laju IHSG Mulai di Persimpangan
A
A
A
JAKARTA - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ketiga pekan ini mulai berada di persimpangan antara melanjutkan kenaikan atau berbalik melemah.
Kepala Riset Woori Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, IHSG membentuk pola piercing line di atas lower bollinger band (LBB). MACD masih bergerak melemah dengan histogram negatif yang memendek. RSI, Stochastic, dan William’s %R mencoba bertahan dari pelemahannya.
"Laju IHSG mulai di persimpangan antara melanjutkan kenaikan maupun berbalik melemah. Untuk itu, diharapkan ada sentimen positif dari bursa saham global dan dibarengi dengan berlanjutnya aksi beli untuk menahan pelemahan IHSG, sehingga dapat kembali melanjutkan kenaikannya," kata dia, Rabu (15/10/2014).
Dia memprediksi, IHSG akan berada pada rentang support 4.885-4.905 dan resisten 4.934-4.958. Laju IHSG kemarin mampu bertahan di atas kisaran target support 4.880-4.895 dan sempat menyentuh target resisten 4.927-4.965 meski akhirnya berada di bawah target tersebut.
Laju IHSG kemarin, kata Reza, mampu melewati estimasi sebelumnya yang hingga akhir sesi mampu bertahan di zona positif meskipun jika dilihat secara intraday perdagangan cenderung sideways.
Meski asing masih dalam posisi jualan dengan nett sell Rp216,93 miliar, lebih rendah dari sebelumnya Rp595,28 miliar, namun sempat menghijaunya laju bursa saham Asia, walaupun di akhir sesi kembali merah dapat memberikan sentimen positif yang membuat pelaku pasar melakukan aksi beli meski terbatas.
"Maraknya aksi beli pada saham-saham konsumer dan manufaktur cukup memberikan amunisi untuk bertahannya IHSG di zona hijau. Tak ketinggalan, kembali terapresiasinya rupiah cukup membantu sentiment positif," ujarnya.
Kepala Riset Woori Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, IHSG membentuk pola piercing line di atas lower bollinger band (LBB). MACD masih bergerak melemah dengan histogram negatif yang memendek. RSI, Stochastic, dan William’s %R mencoba bertahan dari pelemahannya.
"Laju IHSG mulai di persimpangan antara melanjutkan kenaikan maupun berbalik melemah. Untuk itu, diharapkan ada sentimen positif dari bursa saham global dan dibarengi dengan berlanjutnya aksi beli untuk menahan pelemahan IHSG, sehingga dapat kembali melanjutkan kenaikannya," kata dia, Rabu (15/10/2014).
Dia memprediksi, IHSG akan berada pada rentang support 4.885-4.905 dan resisten 4.934-4.958. Laju IHSG kemarin mampu bertahan di atas kisaran target support 4.880-4.895 dan sempat menyentuh target resisten 4.927-4.965 meski akhirnya berada di bawah target tersebut.
Laju IHSG kemarin, kata Reza, mampu melewati estimasi sebelumnya yang hingga akhir sesi mampu bertahan di zona positif meskipun jika dilihat secara intraday perdagangan cenderung sideways.
Meski asing masih dalam posisi jualan dengan nett sell Rp216,93 miliar, lebih rendah dari sebelumnya Rp595,28 miliar, namun sempat menghijaunya laju bursa saham Asia, walaupun di akhir sesi kembali merah dapat memberikan sentimen positif yang membuat pelaku pasar melakukan aksi beli meski terbatas.
"Maraknya aksi beli pada saham-saham konsumer dan manufaktur cukup memberikan amunisi untuk bertahannya IHSG di zona hijau. Tak ketinggalan, kembali terapresiasinya rupiah cukup membantu sentiment positif," ujarnya.
(rna)
Lihat Juga :