Indeks S&P dan Nasdaq Berakhir Naik Tipis

Jum'at, 17 Oktober 2014 - 09:04 WIB
Indeks S&P dan Nasdaq...
Indeks S&P dan Nasdaq Berakhir Naik Tipis
A A A
NEW YORK - Indeks saham di Wall Street pada perdagangan Kamis waktu setempat berakhir fluktuatif. Indeks S&P 500 dan Nasdaq berhasil naik sedikit, karena data ekonomi mengurangi kekhawatiran tentang efek potensial dari pelemahan ekonomi global terhadap Amerika Serikat (AS).

Namun, Dow Jones ditutup turun untuk sesi keenam, dengan penurunan beruntun selama enam hari pada Agustus tahun lalu dan meninggalkan indeks turun 2,8% untuk tahun ini.

Presiden St Louis Federal Reserve Bank James Bullard mengatakan kepada Bloomberg Television bahwa Bank Sentral AS ingin menjaga stimulus pembelian obligasi saat ini setelah adanya penurunan inflasi.

Data ekonomi menunjukkan klaim pengangguran turun ke level terendah dalam 14 tahun, dan output industri meningkat tajam pada September.

Tetapi investor tetap berhati-hati, aksi jual bisa berlanjut jika penghasilan AS gagal untuk meredakan kekhawatiran tentang permintaan global yang lemah.

Investor juga mewaspadai virus Ebola dan anjloknya harga minyak. Indeks S&P 500 masih off 7,4% dari rekor 18 September penutupan tertinggi dan naik 0,8% untuk sejauh ini.

"Banyak aksi jual yang terjadi kemarin, apakah itu dipaksa likuidasi atau hanya takut dan kemudian meraik uangnya. Sehingga terlihat seperti jangka pendek," kata Bucky Hellwig, wakil presiden senior di BB & T Wealth Management di Birmingham, Alabama seperti dikutip dari Reuters, Jumat (17/10/2014).

"Kita perlu melihat S&P kembali 200-day moving average sebelum kita dapat mengatakan bahwa uptrend telah dipulihkan. Fundamental masih agak negatif," ujarnya.

Saham energi memberikan dorongan terbesar untuk Indeks S&P 500. DI mana Indeks S&P 500 energi naik 1,7%.

Indeks Dow Jones turun 24,5 poin atau 0,15% ke 16,117.24, Indeks S&P 500 naik 0,27 poin atau 0,01% ke 1,862.76 dan Nasdaq Composite naik 2.07 poin atau 0,05% ke 4,217.39.

Volume perdagangan masih lebih tinggi dari rata-rata. Sekitar 9,9 miliar saham berpindah tangan di bursa AS, dibandingkan dengan 8,4 miliar rata-rata sampai saat ini, menurut data dari BATS Global Markets.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
Pertamina Foundation...
Pertamina Foundation Tanamkan Peduli Lingkungan Usia Dini
7 jam yang lalu
Panda Bond Indonesia...
Panda Bond Indonesia Raih Rating AAA, Purbaya: Ada yang Bilang Saya Bohong
7 jam yang lalu
Indonesia Perlu Arah...
Indonesia Perlu Arah Kebijakan Baru Jadi Pusat Hilirisasi Sawit Dunia
7 jam yang lalu
Tingkatkan Nilai Jual...
Tingkatkan Nilai Jual TBS, 133 Pekebun Muara Enim Ikuti Pelatihan Panen Sawit
7 jam yang lalu
Tembus Blokade Laut...
Tembus Blokade Laut Merah, Tanker Raksasa China Bawa Pulang 4 Juta Barel Minyak Arab Saudi
8 jam yang lalu
Proses Pemeliharaan...
Proses Pemeliharaan dan Pengisian Galon Bermerek Dipastikan Penuhi Standar Industri
8 jam yang lalu
Infografis
Profil Nanik S Deyang,...
Profil Nanik S Deyang, Kepala BGN Pengganti Dadan Hindayana
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved