Wall Street Ditutup Menguat di Akhir Pekan

Sabtu, 18 Oktober 2014 - 11:01 WIB
Wall Street Ditutup...
Wall Street Ditutup Menguat di Akhir Pekan
A A A
NEW YORK - Indeks saham di Wall Street pada perdagangan Jumat waktu setempat ditutup melanjutkan penguatan dan mendorong indeks S&P 500 menuju level terbaik dalam lebih dari sepekan dipicu meredanya kekhawatiran terhadap prospek pendapatan Amerika Serikat (AS).

Kendati demikian, indeks S&P 500 mencatat kerugian mingguan terpanjang sejak Agustus 2011, dan anjlok 6,2% dari level tertinggi yang berhasil dicetak pada 18 September.

Koreksi tersebut dipicu kekhawatiran atas kesehatan ekonomi global, penyebaran virus Ebola, serta sejumlah faktor, termasuk merosotnya harga minyak dan ketidakpastian tentang langkah Federal Reserve (The Fed) selanjutnya.

Sementara laba bersih emiten yang dirilis Jumat waktu setempat mengimbangi beberapa kekhawatiran tentang dampak dari melemahnya permintaan global terhadap sejumlah perusahaan AS. Saham Honeywell (HON.N) naik 4,3% menjadi USD90,06, dan saham General Electric (GE.N) menguat 2,4% menjadi USD24,82.

"Pasar melakukannya dengan baik sekali di tengah beberapa risiko geopolitik, virus Ebola. Saya pikir, pasar akan menjadi lebih kuat dalam waktu dekat di tahun ini," kata Kepala Investasi di Fiduciary Trust Co Michael Mullaney seperti dilansir dari Reuters, Sabtu (18/10/2014).

Saham berkapitalisasi kecil ditutup melemah. Indeks Russell 2000 (TOY) turun 0,4% setelah selama tiga hari berturut-turut melonjak lebih dari 1%, dan merupakan terbaik sejak Juli 2012. Indeks ini naik 2,8% selama sepekan.

Sementara indeks Dow Jones Industrial Average ditutup naik 263,17 poin atau 1,63% ke 16.380,41; indeks S&P 500 menguat 24 poin atau 1,29% ke 1.886,76; dan Nasdaq Composite bertambah 41,05 poin atau 0,97% ke 4.258,44.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
IHSG Senin Depan Diprediksi...
IHSG Senin Depan Diprediksi Lanjut Koreksi, Cermati Area 6.074-6.146
6 menit yang lalu
Ramalan Goldman Sachs...
Ramalan Goldman Sachs soal Harga Minyak Dunia Diwarnai Skenario Buruk Tembus USD145 per Barel
49 menit yang lalu
Ini Daftar Lengkap 60...
Ini Daftar Lengkap 60 Negara Terdampak Tarif Baru AS: Indonesia Kena 10%, Siapa Digetok 12,5%?
1 jam yang lalu
PLN EPI Perluas Kemitraan...
PLN EPI Perluas Kemitraan Global Bangun Rantai Pasok Hidrogen Hijau
12 jam yang lalu
Biaya Logistik Global...
Biaya Logistik Global Menggila, Ancaman Inflasi Tak Hanya dari Harga Minyak
12 jam yang lalu
PT Astra International...
PT Astra International Tbk: Dari Rumah Koran di Desa Sejahtera Astra Kanreapia Menjadi Sentra Sayuran di Sulawesi Selatan
13 jam yang lalu
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved