Peluang Kenaikan IHSG Dibayangi Koreksi Rupiah

Senin, 27 Oktober 2014 - 08:21 WIB
Peluang Kenaikan IHSG...
Peluang Kenaikan IHSG Dibayangi Koreksi Rupiah
A A A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari pertama pekan ini diprediksi memiliki peluang naik, meski peluang untuk berbalik arah melemah masih terbuka terimbas terkoreksinya rupiah.

Kepala Riset PT Woori Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, separating lines di bawah upper bollinger band (MBB). MACD masih naik tipis dengan histogram positif yang mendatar. RSI, Stochastic, dan William’s %R mulai berkurang kenaikannya.

Dia memprediksi, IHSG pada perdagangan hari ini akan berada pada rentang support 5.059-5.065 dan resisten 5.085-5.110.

Laju IHSG pada akhir perdagangan kemarin gagal mendekati target resisten 5.110-5.116 dan sempat di bawah target support 5.065-5.086 meski mampu kembali ke level support tersebut. Dari pola IHSG, terlihat mulai adanya penurunan seiring sentimen negatif dari regional.

"Akan tetapi, dengan masih positifnya laju bursa saham AS diharapkan dapat memberikan sentimen positif bagi IHSG meski juga terdapat peluang pelemahan lanjutan seiring masih merahnya laju
rupiah," kata dia, Senin (27/10/2014).

Pasca menyentuh level tertingginya di 5.100-an, laju IHSG mulai kembali terkoreksi seiring aksi jual yang terjadi. Pelaku pasar memanfaatkan penguatan sehari sebelumnya untuk melakukan aksi ambil untung.

Apalagi dari laju bursa saham Asia, yang dimotori bursa saham China dan sekitar terlihat melemah, sehingga turut mempengaruhi laju IHSG. Tampaknya pelaku pasar masih menantikan nama-nama kabinet dan berharap sangat-sangat positif terhadap formasi kabinet.

Apalagi, dia menambahkan, terlihat Joko Widodo-Jusuf Kalla sangat hati-hati dalam memilih para menterinya, terutama dengan bantuan KPK untuk menyaring nama-nama yang benar memiliki rekam jejak bersih dan profesional.

"Akan tetapi, bagi penilaian kami, alangkah bijaksananya jika para pelaku pasar memberikan kesempatan kepada JKJK dalam menentukan para kandidat menterinya dan tidak terlalu bersikap wait & see terhadap rilis tersebut," ujar dia.

Menurut dia, pelaku pasar pun akan terbuang waktunya jika hanya bersikap wait & see terhadap rilis tersebut dan sementara waktu tersebut dapat dimanfaatkan untuk melakukan trading pada saham-saham maupun obligasi yang masih memiliki potensi kenaikan dalam jangka pendek.

Laju rupiah yang masih melemah dan asing kembali tercatat nett sell, dari posisi nett sell Rp5,69 miliar menjadi nett sell Rp351,93 miliar mengurangi kesempatan IHSG untuk melanjutkan kenaikannya.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Siap Keluar dari Konsolidasi...
Siap Keluar dari Konsolidasi Wajar, IHSG Diprediksi Menguat
Pasar Modal Kembali...
Pasar Modal Kembali ke 5.000 dari Titik Terendah, Airlangga: Kita Punya Daya Tahan
Ada Libur Panjang, Gerak...
Ada Libur Panjang, Gerak IHSG Pekan Ini Bakal Terbatas
IHSG Diprediksi Bakal...
IHSG Diprediksi Bakal Menguat, Simak Nih 6 Saham Ini
IHSG Diprediksi Reli,...
IHSG Diprediksi Reli, Mainkan 6 Saham Berikut Ini
Masih Betah Konsolidasi...
Masih Betah Konsolidasi Wajar, Gerak IHSG Diprediksi Terbatas
Berita Terkini
PLN EPI Perluas Kemitraan...
PLN EPI Perluas Kemitraan Global Bangun Rantai Pasok Hidrogen Hijau
4 jam yang lalu
Biaya Logistik Global...
Biaya Logistik Global Menggila, Ancaman Inflasi Tak Hanya dari Harga Minyak
4 jam yang lalu
PT Astra International...
PT Astra International Tbk: Dari Rumah Koran di Desa Sejahtera Astra Kanreapia Menjadi Sentra Sayuran di Sulawesi Selatan
5 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Tambah Pasokan LPG 3 Kg di Majalengka dan Subang
5 jam yang lalu
Lepas dari Pertamina,...
Lepas dari Pertamina, Pelita Air Bakal Gabung di Bawah Garuda Indonesia
6 jam yang lalu
Ekonomi Restoratif Digagas...
Ekonomi Restoratif Digagas Jadi Jembatan Pembangunan Hijau Berkelanjutan
7 jam yang lalu
Infografis
Para Miliarder Teknologi...
Para Miliarder Teknologi Hamburkan Triliunan Rupiah untuk Riset Kehidupan Abadi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved