Aksi Beli Kurang Mendominasi, IHSG Berpotensi Melemah
Selasa, 28 Oktober 2014 - 08:11 WIB
Aksi Beli Kurang Mendominasi, IHSG Berpotensi Melemah
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari kedua pekan ini diprediksi berpotensi akan melanjutkan pelemahan jika aksi beli dari pelaku pasar kurang mendominasi.
Kepala Riset Woori Korindo Securties Reza Priyambada mengatakan, IHSG membentuk pola three inside down di bawah upper bollinger band (MBB). MACD mulai menurun dengan histogram positif yang memendek. RSI, Stochastic, dan William’s %R berbalik turun.
"Adanya tekanan jual membuat IHSG kembali berada di sekitar area support dan berpotensi melanjutkan pelemahannya jika aksi beli kurang mendominasi," kata dia, Selasa (28/10/2014).
Namun, sentimen positif yang ada di pasar diharapkan dapat membuat IHSG berbalik arah menguat pada perdagangan hari ini. Dia memprediksi, IHSG akan berada pada rentang support 5.010-5.019 dan resisten 5.035-5.050.
Laju IHSG kemarin sempat berada di target resisten 5.085-5.110 dan berakhir di bawah target support 5.059-5.065. Laju IHSG di awal pekan tampaknya kurang bersemangat. Harapan akan adanya kenaikan pasca pengumuman dan jelang pelantikan kabinet terlihat tidak terjadi.
Sementara positifnya laju bursa saham Amerika Serikat (AS) sempat memberikan sentimen positif bagi IHSG meski juga terdapat peluang pelemahan lanjutan. IHSG pun memilih untuk mengalami penurunan di tengah laju rupiah dan obligasi yang mampu kembali menguat.
Kondisi bursa saham regional yang tidak terlalu baik, terutama laju bursa saham China setelah merespon hasil stress test ECB dimanfaatkan pelaku pasar untuk profit taking. Namun di sisi lain, tampaknya hanya pemodal lokal yang terlihat melakukan aksi jual karena transaksi asing terlihat nett buy dari posisi nett sell Rp351,93 miliar menjadi nett buy Rp673,9 miliar.
Kepala Riset Woori Korindo Securties Reza Priyambada mengatakan, IHSG membentuk pola three inside down di bawah upper bollinger band (MBB). MACD mulai menurun dengan histogram positif yang memendek. RSI, Stochastic, dan William’s %R berbalik turun.
"Adanya tekanan jual membuat IHSG kembali berada di sekitar area support dan berpotensi melanjutkan pelemahannya jika aksi beli kurang mendominasi," kata dia, Selasa (28/10/2014).
Namun, sentimen positif yang ada di pasar diharapkan dapat membuat IHSG berbalik arah menguat pada perdagangan hari ini. Dia memprediksi, IHSG akan berada pada rentang support 5.010-5.019 dan resisten 5.035-5.050.
Laju IHSG kemarin sempat berada di target resisten 5.085-5.110 dan berakhir di bawah target support 5.059-5.065. Laju IHSG di awal pekan tampaknya kurang bersemangat. Harapan akan adanya kenaikan pasca pengumuman dan jelang pelantikan kabinet terlihat tidak terjadi.
Sementara positifnya laju bursa saham Amerika Serikat (AS) sempat memberikan sentimen positif bagi IHSG meski juga terdapat peluang pelemahan lanjutan. IHSG pun memilih untuk mengalami penurunan di tengah laju rupiah dan obligasi yang mampu kembali menguat.
Kondisi bursa saham regional yang tidak terlalu baik, terutama laju bursa saham China setelah merespon hasil stress test ECB dimanfaatkan pelaku pasar untuk profit taking. Namun di sisi lain, tampaknya hanya pemodal lokal yang terlihat melakukan aksi jual karena transaksi asing terlihat nett buy dari posisi nett sell Rp351,93 miliar menjadi nett buy Rp673,9 miliar.
(rna)
Lihat Juga :