IHSG Berpotensi Reli, tapi Waspadai Sentimen Negatif
Kamis, 30 Oktober 2014 - 08:20 WIB
IHSG Berpotensi Reli, tapi Waspadai Sentimen Negatif
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini berpotensi reli, namun perlu diwaspadai adanya potensi pembalikan arah karena adanya tekanan sentimen negatif di pasar.
Kepala Riset Woori Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, IHSG membentuk pola ladder bottom di atas middle bollinger band (MBB). MACD cenderung naik dengan histogram negatif yang memendek. RSI, Stochastic, dan William’s %R mencoba berbalik naik.
Menurut dia, laju IHSG mencoba kembali menguat, namun harus ditopang oleh sentimen positif yang ada.
"Meski secara teknikal berpotensi melanjutkan penguatan, namun tetap mewaspadai potensi pelemahan yang memanfaatkan penguatan tersebut jika sentimen yang ada berbalik melemah," kata dia, Kamis (30/10/2014).
Dia memprediksi, IHSG akan berada pada rentang support 5.010-5.050 dan resisten 5.085-5.092. Sementara laju IHSG kemarin mampu melampaui target resisten 5.015-5.025 dan dapat bertahan di atas target support 4.965-4.985.
Positifnya laju bursa saham Amerika Serikat (AS) kemarin yang berimbas pada laju bursa saham Asia akhirnya direspon positif pelaku pasar yang memanfaatkan pelemahan sehari sebelumnya untuk kembali melakukan aksi beli.
"Tampaknya himbauan kami terhadap laju IHSG, jika laju bursa saham global yang telah positif tidak membuat IHSG juga menguat maka IHSG pun akan kembali turun, tidak terjadi," ujar dia.
Ekspektasi akan kinerja beberapa emiten yang akan positif yang dibarengi dengan tidak terlalu melemahnya laju rupiah memberikan sentimen positif.
Meski laju pasar obligasi masih melemah, namun dapat diimbangi dengan imbas pergerakan positif tersebut. Di sisi lain, sentimen positif juga terlihat dari kembali terjadinya aksi beli asing yang menopang penguatan IHSG dari posisi nett sell Rp638,21 miliar miliar menjadi nett buy Rp1,93 triliun.
Selain itu, nilai dan volume treansaksi tercatat meningkat seiring adanya trensaksi crossing dari saham LINK dengan volume 1,140 miliar saham senilai Rp6,84 triliun dan VIVA dengan volume 399,83 miliar saham senilai Rp152,82 miliar.
Kepala Riset Woori Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, IHSG membentuk pola ladder bottom di atas middle bollinger band (MBB). MACD cenderung naik dengan histogram negatif yang memendek. RSI, Stochastic, dan William’s %R mencoba berbalik naik.
Menurut dia, laju IHSG mencoba kembali menguat, namun harus ditopang oleh sentimen positif yang ada.
"Meski secara teknikal berpotensi melanjutkan penguatan, namun tetap mewaspadai potensi pelemahan yang memanfaatkan penguatan tersebut jika sentimen yang ada berbalik melemah," kata dia, Kamis (30/10/2014).
Dia memprediksi, IHSG akan berada pada rentang support 5.010-5.050 dan resisten 5.085-5.092. Sementara laju IHSG kemarin mampu melampaui target resisten 5.015-5.025 dan dapat bertahan di atas target support 4.965-4.985.
Positifnya laju bursa saham Amerika Serikat (AS) kemarin yang berimbas pada laju bursa saham Asia akhirnya direspon positif pelaku pasar yang memanfaatkan pelemahan sehari sebelumnya untuk kembali melakukan aksi beli.
"Tampaknya himbauan kami terhadap laju IHSG, jika laju bursa saham global yang telah positif tidak membuat IHSG juga menguat maka IHSG pun akan kembali turun, tidak terjadi," ujar dia.
Ekspektasi akan kinerja beberapa emiten yang akan positif yang dibarengi dengan tidak terlalu melemahnya laju rupiah memberikan sentimen positif.
Meski laju pasar obligasi masih melemah, namun dapat diimbangi dengan imbas pergerakan positif tersebut. Di sisi lain, sentimen positif juga terlihat dari kembali terjadinya aksi beli asing yang menopang penguatan IHSG dari posisi nett sell Rp638,21 miliar miliar menjadi nett buy Rp1,93 triliun.
Selain itu, nilai dan volume treansaksi tercatat meningkat seiring adanya trensaksi crossing dari saham LINK dengan volume 1,140 miliar saham senilai Rp6,84 triliun dan VIVA dengan volume 399,83 miliar saham senilai Rp152,82 miliar.
(rna)
Lihat Juga :