Wall Street Terkoreksi Pasca The Fed Akhiri Program Stimulus

Kamis, 30 Oktober 2014 - 09:03 WIB
Wall Street Terkoreksi...
Wall Street Terkoreksi Pasca The Fed Akhiri Program Stimulus
A A A
NEW YORK - Indeks saham di Wall Street pada perdagangan Rabu waktu setempat berakhir terkoreksi setelah Federal Reserve (The Fed) mengakhiri program stimulus obligasi karena optimistis pada prospek ekonomi Amerika Serikat (AS).

Setelah pertemuan dua hari, The Fed memutuskan mengakhiri program pelonggaran kuantitatif pembelian obligasi, seperti yang telah diperkirakan sebelumnya. Program ini telah memberi stimulus sebesar USD85 miliar per bulan ke pasar keuangan.

The Fed menyatakan bahwa membaiknya pasar tenaga kerja di AS menunjukkan optimisme pada prospek perekonomian negara Paman Sam tersebut.

"The Fed memiliki lebih sedikit kebijakan yang hawkish dari yang diharapkan, tapi setiap pelemahan akibat pernyataan The Fed dipandang sebagai kesempatan membeli," kata Direktur Alokasi Aset di RidgeWorth Investments Alan Gayle seperti dilasnir dari Reuters, Kamis (30/10/2014).

Indeks S&P 500 sempat turun 0,8% sebelum akhirnya berakhir di teritori merah. Saham sektor bahan baku (SPLRCM) berakhir terkoreksi sebesar 1,3%. Sementara penurunan saham Facebook menekan indeks Nasdaq, namun naiknya saham sektor energi dan keuangan membantu pemulihan pasar saham.

Saham Facebook Inc (FB.O) turun 6,1% menjadi USD75,86 setelah mengumumkan kenaikan belanja modal pada tahun 2015 dan diproyeksikan akan mengalami perlambatan pertumbuhan pendapatan di kuartal ini.

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup turun 31,44 poin atau 0,18% ke 16.974,31; indeks S&P 500 kehilangan 2,75 poin atau 0,14% ke 1.982,3; dan Nasdaq Composite turun 15,07 poin atau 0,33% ke 4.549,23.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
IHSG Masih Perkasa,...
IHSG Masih Perkasa, Hari Ini Dibuka Menanjak Naik 0,67% ke level 6.273.
1 jam yang lalu
Bappenas Petakan Kekayaan...
Bappenas Petakan Kekayaan Hayati Indonesia untuk Pembangunan Berkelanjuran
1 jam yang lalu
Kilau Emas Meredup,...
Kilau Emas Meredup, Turun 9 Ribu Sentuh Level Rp2.601.000/Gram
1 jam yang lalu
Tabungan Kelas Menengah...
Tabungan Kelas Menengah Melambat, LPS Menyoroti Anomali Melejitnya Simpanan di Atas Rp5 Miliar
2 jam yang lalu
AS Kembali Picu Perang...
AS Kembali Picu Perang Dagang, Kali Ini Kanada Bakal Dihantam Tarif 50%
3 jam yang lalu
Saat Infrastruktur,...
Saat Infrastruktur, Fasilitas, dan Komunitas Tumbuh Bersama dalam Satu Kawasan
12 jam yang lalu
Infografis
8 PTS Terbaik Indonesia...
8 PTS Terbaik Indonesia Masuk THE Asia University Rankings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved