Nintendo Bukukan Laba Bersih Rp1,6 Triliun

Kamis, 30 Oktober 2014 - 15:19 WIB
Nintendo Bukukan Laba...
Nintendo Bukukan Laba Bersih Rp1,6 Triliun
A A A
TOKYO - Raksasa video game Jepang, Nintendo, membukukan laba USD132 juta (sekitar Rp1,6 triliun) pada semester I/2014.

Peningkatan laba terjadi seiring melemahnya yen. Perusahaan yang berbasis di Tokyo itu mencatatkan laba 14,3 miliar yen pada periode April-September, naik dari 600 juta yen pada periode yang sama tahun lalu. Meski demikian, terjadi penurunan penjualan 12,8% menjadi 171,4 miliar yen karena melemahnya permintaan untuk sistem game3DS. "Nintendo tetap mempertahankan proyeksi laba 20 miliar yen pada 2014. Kerugian operasional pada semester I/2014 turun menjadi 215 juta yen, dari 23,3 miliar yen tahun lalu," papar laporan Nintendo, dikutip kantor berita AFP.

Permintaan untuk konsol Wii U buatan Nintendo naik menjelang musim liburan. Hasil yang membaik itu terjadi saat Nintendo berupaya mengatasi kerugian operasional dalam tiga tahun berturut-turut. Awal tahun ini Presiden Nintendo Satoru Iwata mengatakan ingin memangkas gajinya setengah selama lima bulan sebagai bentuk tanggung jawab atas penurunan laba. Pembuat permainan Super Mario dan Pokemon itu harus berjuang menghadapi para pesaing Sony dan Microsoft dalam penjualan konsol.

Tiga perusahaan itu juga bertarung untuk menjual produk murah, atau kadang kala gratis, sepertiberbagai gameyangdapat diunduh untuk ponsel pintar dan perangkat mobile lainnya. Nintendo dikritik karena sejak lama menolak lisensi beberapa merek ikonik untuk digunakan untuk aplikasi mobile. Analis Nomura Securities Junko Yamamura berpandangan, Nintendo tampaknya menuju cloud gaming dan mengintegrasikan platform game, suatu tindakan yang cerdas untuk bertahan sekarang.

"Kami perkirakan Nintendo akan terus berjuang dalam jangka pendek, tapi pihak manajemen telah membuat keputusan yang tepat,” ungkapnya. “Kami menolak Nintendo menerapkan bisnis berbayar dengan membagi kontennya dengan aplikasi smartphone. Tidak seperti produk game lain yang biasa digunakan oleh orang tua, para pengguna utama Nintendo adalah anakanak," kata Yamamura. Yamamura menambahkan, Nintendo memiliki sedikit pengalaman di platform mobile berbayar.

"Mengembangkan karakter untuk aplikasi berbayar tampaknya akan mendorong pendapatan dalam jangka pendek, tapi kami melihat risiko yang lebih besar terhadap brand yang rusak dalam jangka panjang," ujar Yamamura. Nintendo menyatakan, penjualan sistem Wii U meningkat, terutama setelah dirilisnya Mario Kart 8 secara global pada Mei. Saat musim belanja Natal mulai mendekat, perusahaan menekankan rencana rilis Super Smash Bros untuk Wii U di Amerika Serikat (AS) pada bulan depan dan di Jepang dan Eropa pada Desember.

"Ini merupakan musim penjualan akhir tahun pertama untuk Wii U dimana dua judul besar Nintendo akan dirilis," papar pernyataan Nintendo. Meski demikian, perusahaan itu menyebutkan, permintaan untuk konsol 3DS melemah karena kurang kuatnya penjualan di Jepang. Nintendo menjual 1,12 juta konsol Wii U pada semester I/2014, naik dari 460.00 pada periode yang sama tahun lalu.

Syarifudin
(bbg)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
Pertamina EP Bukukan...
Pertamina EP Bukukan Produksi Migas 205 Ribu MBOEPD Sepanjang 2025
30 menit yang lalu
Diganjar Rating Negatif...
Diganjar Rating Negatif dari Moody's, Danantara Bilang Begini
45 menit yang lalu
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
1 jam yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
2 jam yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
2 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
3 jam yang lalu
Infografis
5 Bank BUMN Diguyur...
5 Bank BUMN Diguyur Rp200 Triliun, Segini Rincian Porsinya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved