IHSG Diproyeksi pada Kisaran 5.148-5.020
Senin, 03 November 2014 - 08:26 WIB
IHSG Diproyeksi pada Kisaran 5.148-5.020
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan awal bulan ini diproyeksi akan menguat pada kisaran resistance 5.148 dan support terdekat di level 5.020.
Analis Teknikal Mandiri Sekuritas Ayyi Achmad Hidayah mengungkapkan, IHSG masih diperdagangkan di atas MA 200 harian. IHSG bergerak menguat dan ditutup pada level 5.089 atau naik 0,61% pada perdagangan akhir pekan lalu.
"Sementara untuk perdagangan hari ini, IHSG akan bergerak mixed (variatif) dengan kecenderunga menguat," kata dia, Senin (3/11/2014).
Potensi kenaikan IHSG hari ini didukung positifnya bursa Amerika Serikat (AS) pada akhir pekan lalu, yang berhasil melanjutkan kenaikan seiring rilis positif data ekonomi negara Paman Sam tersebut.
Penguatan itu diapresiasi dengan kenaikan indeks Dow Jones Industrial Avg sebesar 1,13% dan indeks S&P 500 sebesar 1,17%.
Dari pasar Asia, pergerakan pasar saham dipengaruhi oleh keputusan bank sentral Jepang yang menambah stimulusnya. Koreksi pasar saham Asia ditunjukkan oleh indeks KOSPI Composite di Korea Selatan yang turun 0,39% pada perdagangan pagi ini.
Sementara harga kontrak berjangka (futures) komoditas mengalami koreksi. Harga minyak mentah WTI turun 0,52% ke level USD80,54 per barel. Sedangkan harga emas Comex terkoreksi 2,34% ke posisi USD1.172,90 per ons troi.
Dari dalam negeri, pelaku pasar menanti rilis data inflasi Oktober 2014 dan neraca perdagangan September 2014 yang akan diumumkan Badan Pusat Statistik (BPS) siang nanti.
Di tempat terpisah, pemerintah akan meluncurkan kartu Indonesia sehat (KIS), yang pada tahun ini menyasar 432.000 jiwa masyarakat dengan kategori Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) yang tidak masuk ke dalam penerima bantuan iuran BPJS Kesehatan.
Analis Teknikal Mandiri Sekuritas Ayyi Achmad Hidayah mengungkapkan, IHSG masih diperdagangkan di atas MA 200 harian. IHSG bergerak menguat dan ditutup pada level 5.089 atau naik 0,61% pada perdagangan akhir pekan lalu.
"Sementara untuk perdagangan hari ini, IHSG akan bergerak mixed (variatif) dengan kecenderunga menguat," kata dia, Senin (3/11/2014).
Potensi kenaikan IHSG hari ini didukung positifnya bursa Amerika Serikat (AS) pada akhir pekan lalu, yang berhasil melanjutkan kenaikan seiring rilis positif data ekonomi negara Paman Sam tersebut.
Penguatan itu diapresiasi dengan kenaikan indeks Dow Jones Industrial Avg sebesar 1,13% dan indeks S&P 500 sebesar 1,17%.
Dari pasar Asia, pergerakan pasar saham dipengaruhi oleh keputusan bank sentral Jepang yang menambah stimulusnya. Koreksi pasar saham Asia ditunjukkan oleh indeks KOSPI Composite di Korea Selatan yang turun 0,39% pada perdagangan pagi ini.
Sementara harga kontrak berjangka (futures) komoditas mengalami koreksi. Harga minyak mentah WTI turun 0,52% ke level USD80,54 per barel. Sedangkan harga emas Comex terkoreksi 2,34% ke posisi USD1.172,90 per ons troi.
Dari dalam negeri, pelaku pasar menanti rilis data inflasi Oktober 2014 dan neraca perdagangan September 2014 yang akan diumumkan Badan Pusat Statistik (BPS) siang nanti.
Di tempat terpisah, pemerintah akan meluncurkan kartu Indonesia sehat (KIS), yang pada tahun ini menyasar 432.000 jiwa masyarakat dengan kategori Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) yang tidak masuk ke dalam penerima bantuan iuran BPJS Kesehatan.
(rna)
Lihat Juga :