Jokowi Anggap Subsidi BBM Timpang dengan Anggaran Lain
Selasa, 04 November 2014 - 14:03 WIB
Jokowi Anggap Subsidi BBM Timpang dengan Anggaran Lain
A
A
A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjelaskan kepada peserta rapat kordinasi nasional Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2015 sebesar Rp2019 triliun, sementara untuk subsidi energi Rp330 triliun.
"Sehingga sangat memberatkan posisi anggaran kita, memberatkan ruang fiskal kita. Ruang anggaran kita jadi sempit sekali, belum lagi bayar utang Rp400-an triliun (per tahun)," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Selasa (4/11/2014).
Lantas mantan Gubernur DKI Jakarta ini membandingkan antara subsidi BBM dengan infrastruktur yang sangat timpang. Subsidi BBM selama 5 tahun, kata dia, sebesar Rp714 triliun.
"Rp714 triliun setiap hari kita bakar hilang, bakar hilang, bakar hilang, untuk kesehatan hanya Rp202 triliun, infrastruktur Rp577 triliun, kalah juga, ini yang mau tukar," kata Jokowi.
Mantan Wali Kota Solo ini berniat untuk mengalihkan subsidi BBM, sehingga dengan harapan Gubernur, Kapolda dan Kabinet Kerja bisa menjelaskan kepada masyarakat.
"Dan supaya diketahui 71% yang nikmati adalah kalangan menengah ke atas, ini hasil studi," pungkas dia.
(Baca: Jokowi Minta Izin Investasi Daerah Dipermudah)
"Sehingga sangat memberatkan posisi anggaran kita, memberatkan ruang fiskal kita. Ruang anggaran kita jadi sempit sekali, belum lagi bayar utang Rp400-an triliun (per tahun)," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Selasa (4/11/2014).
Lantas mantan Gubernur DKI Jakarta ini membandingkan antara subsidi BBM dengan infrastruktur yang sangat timpang. Subsidi BBM selama 5 tahun, kata dia, sebesar Rp714 triliun.
"Rp714 triliun setiap hari kita bakar hilang, bakar hilang, bakar hilang, untuk kesehatan hanya Rp202 triliun, infrastruktur Rp577 triliun, kalah juga, ini yang mau tukar," kata Jokowi.
Mantan Wali Kota Solo ini berniat untuk mengalihkan subsidi BBM, sehingga dengan harapan Gubernur, Kapolda dan Kabinet Kerja bisa menjelaskan kepada masyarakat.
"Dan supaya diketahui 71% yang nikmati adalah kalangan menengah ke atas, ini hasil studi," pungkas dia.
(Baca: Jokowi Minta Izin Investasi Daerah Dipermudah)
(gpr)
Lihat Juga :