Intan Baruprana Finance Bidik Dana IPO Rp639,79 M

Kamis, 06 November 2014 - 16:37 WIB
Intan Baruprana Finance...
Intan Baruprana Finance Bidik Dana IPO Rp639,79 M
A A A
JAKARTA - Perusahaan pembiayaan untuk kebutuhan pendanaan investasi maupun modal kerja, PT Intan Baruprana Finance (IBF) berencana melepaskan saham perdana ke publik atau initial public offering (IPO) dengan mengincar dana Rp639,79 milar.

Presiden Direktur Intan Baruprana Finance Jap Hartono mengatakan, perseroan berencana melepas sebanyak-banyaknya 40% atau setara 1,67 miliar saham dari jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh setelah penawaran umum.

Adapun harga saham yang ditawarkan perseroan untuk IPO di kisaran Rp311-Rp383 per lembar saham. Dengan demikian, dana IPO yang dibidik mencapai Rp639,79 miliar.

"Kami berencana menggunakan dana IPO sekitar 50% untuk modal kerja pembiayaan dan 50% lagi akan digunakan untuk pembayaran utang usaha kepada kreditur grup dan non-grup," kata Jap usai menghadiri paparan publik perseroan di Ballroom 1 Hotel Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Kamis (6/11/2014).

Lebih lanjut dia menjelaskan, stategi usaha perseroan dalam menghadapi jatuhnya industri batu bara, yaitu melalui diversifikasi pembiayaan kepada industri yang sedang tumbuh. Sejumlah industri yang masih potensial menurut Jap, diantaranya infrastruktur, kontruksi, minyak dan gas maupun transportasi.

"Kami juga menambah jenis produk dan merek yang kami biayai. Dengan demikian, IBF tidak hanya fokus kepada satu bidang industri saja," ungkapnya.

Hingga akhir tahun ini, perseroan membidik laba bersih senilai Rp60 miliar, sedangkan hingga akhir September 2014, perolehan laba bersih mencapai Rp50 miliar.

Menurut Jap, perseroan optimis pada tahun depan IBF dapat membukukan laba bersih hingga Rp100 miliar. Hal ini didukung dengan strategi bisnis diversifikasi usaha yang telah dilakukan sejak tahun lalu.

Direktur PT BNI Securities, Daniel Nainggolan menjelaskan, saat ini kondisi pasar masih tetap baik, menilik level Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang masih berada di atas 5.000.

Meskipun industri batu bara tengah menurun, namun dengan strategi yang telah dilakukan IBF, pihaknya optimisi penawaran saham akan diserap pasar. Dia menilai, investor masih akan mencari equity dengan return yang baik pada tahun depan.

"Dengan harga saham yang ditawarkan, IBF memiliki PE (price earnings) rasio 13x sampai dengan 16x, sedangkan industri finance rata-rata memiliki PE 18,98 x. Jadi, kami menawarkan discount to market," pungkasnya.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dapat Opini Disclaimer,...
Dapat Opini Disclaimer, Ini Penjelasan Dirut IBFN
Melantai di BEI, PT...
Melantai di BEI, PT Multisarana Intan Eduka Tbk (MSIE) Raup Dana Rp36 Miliar
PT Multisarana Intan...
PT Multisarana Intan Eduka Tbk Siap Berkontribusi Mendorong Kemajuan Sektor Pendidikan di Indonesia
PT GRP Tbk Jadi Pelanggan...
PT GRP Tbk Jadi Pelanggan Terbesar PLN
Jangan Lewatkan Talkshow...
Jangan Lewatkan Talkshow IDX Channel X MSIE X MNC Sekuritas, Bersama MSIE Bangun Fondasi Pendidikan
Pemkab Terima Bantuan...
Pemkab Terima Bantuan Tabung Oksigen dari PT Timah Tbk
Berita Terkini
Jakarta Fair 2026 Diserbu...
Jakarta Fair 2026 Diserbu 6 Juta Pengunjung, Nilai Transaksi Cetak Rp8,2 Triliun
5 jam yang lalu
Laporan Menkop ke Prabowo:...
Laporan Menkop ke Prabowo: 15.845 Koperasi Merah Putih Sudah Berdiri, 19 Ribu Masih Dibangun
6 jam yang lalu
Pengawasan DMO Diperketat,...
Pengawasan DMO Diperketat, PLN Didorong Kebut Kontrak Pasokan Batu Bara
9 jam yang lalu
Garuda Terapkan Bagasi...
Garuda Terapkan Bagasi Piece Concept, Bawaan Penumpang Bisa hingga 64 Kg
10 jam yang lalu
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Ditutup Total, Siap-siap Harga Minyak Bisa Meroket
11 jam yang lalu
Bandara Banda Neira...
Bandara Banda Neira Bakal Dibangun Ulang, Pesawat Kapasitas Besar Bisa Mendarat
12 jam yang lalu
Infografis
Pajak Digital Tembus...
Pajak Digital Tembus Rp26,75 Triliun, Kripto Sumbang Rp838,56 M
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved