Indonesia Berpotensi Krisis Listrik

Jum'at, 07 November 2014 - 09:58 WIB
Indonesia Berpotensi...
Indonesia Berpotensi Krisis Listrik
A A A
JAKARTA - Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jarman mengatakan, potensi terjadinya krisis listrik sudah ada di depan mata.

Dampaknya adalah tanpa adanya kesadaran bersama dari semua pihak terkait termasuk masyarakat, krisis listrik dinilai akan sulit dihindari.

"Salah satu hambatan yang selama ini sering dihadapi soal listrik adalah terkait persoalan pembebasan lahan. Sedangkan pemerintah di satu sisi harus dapat memenuhi kebutuhan listrik untuk masyarakat," ujar dia dalam rilisnya di Jakarta, Jumat (7/11/2014).

Namun, di lapangan sendiri dalam proses untuk memenuhi kebutuhan listrik tersebut sering bersinggungan juga dengan masyarakat.

"Persoalan inilah yang selama ini sering menghambat. Ini harus menjadi kesadaran bersama bahwa pembangunan infrastruktur listrik bukan untuk kepentingan pemerintah semata, namun kepentingan masyarakat juga," kata Jarman.

Pemerintah dalam melaksanakan suatu program tentunya akan berpegang pada aturan perundang-undangan. Selama tidak melanggar aturan yang ada, seharusnya tidak perlu lagi ada hambatan di lapangan.

"Seperti halnya persoalan yang muncul di proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batang, muncul persoalan pembebasan lahan yang menyebabkan terhambatnya pelaksanaan pembangunan," imbuh dia.

Padahal, segala proses yang dilakukan sudah sesuai dengan peraturan Undang-Undang No22/2012 tentang Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan Untuk Kepentingan Umum.

"Kita dalam melaksanakan program tentunya akan berpegang pada payung hukum," katanya.

Jarman menuturkan, harus ada kesadaran bersama baik dari pemerintah maupun masyarakat setempat yang lahannya terkena dampak pembangunan, bahwa PLTU untuk kepentingan masyarakat.

Sehingga, segala persoalan yang muncul dalam pelaksanaannya bisa didiskusikan dan segera dicarikan solusi menguntungkan semua pihak.

"Agar pelaksanaan programnya bisa segera diselesaikan, sehingga manfaatnya bisa segera dirasakan," ujar dia.

Sebelumnya, Menteri ESDM, Sudirman Said mengatakan, Indonesia bisa mengalami krisis listrik dalam dua tahun jika pemerintah tidak membuat terobosan dalam membangun pembangkit listrik.

Menurut Sudirman, setiap pertumbuhan ekonomi I%, diperlukan peningkatan suplai listrik 1,5%. Atas dasar perhitungan tersebut, pemerintah harus membangun 7.000 MW listrik setiap tahun. Saat ini, kemampuan nasional baru sebatas membangun 2.000 MW per tahun.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pemerintah Perpanjang...
Pemerintah Perpanjang Pemberian Diskon Tagihan Listrik
Pemerintah Tahan Kenaikan...
Pemerintah Tahan Kenaikan Tarif Listrik untuk Menjaga Daya Beli Masyarakat
Kebutuhan Investasi...
Kebutuhan Investasi Ketenagalistrikan Nasional
Subsidi Listrik Diperpanjang...
Subsidi Listrik Diperpanjang Hingga Maret 2021
Schneider Electric Kampanyekan...
Schneider Electric Kampanyekan Rumah Nyaman, Listrik Aman
MCB RXE, Si Kecil yang...
MCB RXE, Si Kecil yang Bikin Rumah Aman dari Kebakaran
Berita Terkini
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Ambles ke Level 6.266 saat Ada 518 Saham Malas Bergerak
1 jam yang lalu
Bangun PFII di Bali...
Bangun PFII di Bali Butuh Waktu 3 Tahun, Danantara Siapkan Masa Transisi di Jakarta
1 jam yang lalu
4 Negara Bebas Kewajiban...
4 Negara Bebas Kewajiban Parkir DHE SDA di Himbara, Pemerintah Beri Kelonggaran
1 jam yang lalu
Panda Bond Laris Manis,...
Panda Bond Laris Manis, Indonesia Raup Rp18,47 Triliun
3 jam yang lalu
Trump Berlakukan Tarif...
Trump Berlakukan Tarif Impor Baru secara Global, Indonesia Kena 10%
3 jam yang lalu
Hari Anak Nasional,...
Hari Anak Nasional, Jasa Raharja Ajak Generasi Muda Jadi Pelopor Keselamatan
12 jam yang lalu
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved