Pemerintah Tak Akan Tambah Kuota BBM Bersubsidi Tahun Ini

Jum'at, 07 November 2014 - 19:02 WIB
Pemerintah Tak Akan...
Pemerintah Tak Akan Tambah Kuota BBM Bersubsidi Tahun Ini
A A A
JAKARTA - Pemerintah menegaskan tidak akan menambah kuota bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, meski akan habis sebelum Hari Raya Natal 2014.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said menuturkan, meski kuota BBM bersubsidi diprediksi habis sebelum Hari Raya Natal.

Pihaknya menegaskan tidak akan menggelontorkan tambahan BBM bersubsidi yang telah ditetapkan dalam APBN 2014 sebesar 46 juta kiloliter (kl).

"Kalau habis yang digelontorkan BBM non subsidi. Tapi yang jelas kami terus melakukam pengawasan dan optimalisasi," kata dia di Kementeriam ESDM, Jakarta, Jumat (7/11/2014).

Dia meminta kepada masyarakat untuk memahami kondisi keuangan APBN dalam menopang subsidi BBM. Tak sepantasnya pemerintah terus melakukan impor BBM secara berlebih sedangkan anggaran negara terbatas sehingga terjadi defisit.

"Saya ingin masyarakat memahami itu. Masyarakat harus belajar dari realita," tandasnya.

Menurutnya, pemerintah akan mengoptimalkam kuota BBM bersubsidi cukup hingga akhir tahun. Pemerintah, terus melakukan pengawasan agar BBM bersubsidi bisa terarah dan tepat sasaran.

Namun, Sudirman menyadari persoalan ini tak akan maksimal mengingat pemerintah tidak menyediakan payung hukum dalam melarang penggunaan BBM bersubsidi.

"Tapi kami enggak bisa jadi polisi. Tugas kami tentu awasi agar orang yang berhak dapat BBM bersubsidi," ucap dia.

Dengan demikian, pihaknya meminta masyarakat memiliki kesadaran agar membeli BBM non subsidi. Hal itu sesuai dengan arah revolusi mental supaya dapat diimplementasikan masyarakat.

"Revolusi mental sangat penting di sini. Tapi ya kita lihat nanti biar kami bekerja dan Kementerian ESDM memiliki BPH Migas ini harus dioptimalkan," jelasnya.

Selama ini pemerintah terus melakukan impor BBM dengan jumlah besar. Maka, bagaimana upaya pemerintah menekan impor BBM dan mengurangi subsidi dengan menaikkan harga BBM bersubsidi untuk dialihkan ke sektor yang lebih produktif.

Misalnya, pembangunan infrastruktur sehingga langsung menyentuh kepentingan rakyat.

"Bagaimana subsidi ini jatuh pada kegiatan produktif apapun bentuknya. Seperti bangun irigasi, kesehatan. Jangan subsidi jatuh ke produk," ujar dia.

Sebelumnya, PT Pertamina (persero) menargetkan kuota BBM bersubsidi diperkirakan habis sebelum perayaan Natal 2014.

Berdasarkan prognosa Pertamina, kuota premium habis pada 20 Desember, solar 23 Desember, dan minyak tanah pada 7 Desember 2014.

Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya mengatakan, kuota BBM bersubsidi habis salah satunya karena dipicu kemacetan di kotakota besar.

Kemacetan menyebabkan konsumsi BBM bersubsidi bisa dua kali lipat. "Kita akan laporkan ini ke pemerintah dua minggu ke depan," ujar Hanung.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pengamat: Subsidi Langsung...
Pengamat: Subsidi Langsung Jadi Solusi Masalah Penyaluran BBM
Kuota BBM Subsidi Tahun...
Kuota BBM Subsidi Tahun Depan Disepakati, Ini Rinciannya
Kasus Penyalahgunaan...
Kasus Penyalahgunaan BBM Bersubsidi, Bareskrim: Pelaku Tampung dari Sejumlah SPBU
Kuota BBM Pertalite...
Kuota BBM Pertalite Menipis, Butuh Tambahan 6 Juta KL hingga Akhir 2022
Kuota BBM Pertalite...
Kuota BBM Pertalite Menipis, Tinggal Tersisa 4 Juta Kiloliter
Solar Subsidi di Natuna...
Solar Subsidi di Natuna Dinikmati Masyarakat Menengah ke Atas, Pengawasan Pertamina Dinilai Lemah
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
2 jam yang lalu
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
2 jam yang lalu
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
2 jam yang lalu
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
3 jam yang lalu
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
3 jam yang lalu
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
3 jam yang lalu
Infografis
Khamenei: Negosiasi...
Khamenei: Negosiasi dengan AS Tak akan Selesaikan Masalah Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved