IHSG Masih Miliki Peluang Lanjutkan Koreksi
Jum'at, 14 November 2014 - 08:17 WIB
IHSG Masih Miliki Peluang Lanjutkan Koreksi
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari terakhir pekan ini diperkirakan masih memiliki peluang melanjutkan koreksi lantaran rilis BI rate yang tetap bertahan di level 7,5% sudah diantisipasi pelaku pasar.
Kepala Riset PT Woori Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, IHSG membentuk pola dragonfly doji di area middle bollinger band (MBB). MACD masih bergerak turun tipis dengan histogram negatif yang mendatar. RSI, Stochastic, dan William’s %R mulai terbatas kenaikannya.
"Tampaknya rilis BI rate telah diantisipasi, di mana tidak adanya perubahan. Diharapkan laju IHSG jika masih melemah maka kami harapkan dapat melemah tipis agar tidak merubah haluan menjadi tren pelemahan jangka pendek," ujarnya, Jumat (14/11/2014).
Dia memprediksi, IHSG akan berada pada rentang support 5.027-5.035 dan resisten 5.065-5.072. Laju IHSG hari kemarin gagal mendekati kisaran target resisten 5.055-5.070, namun mampu bertahan di atas kisaran target support 5.015-5.027.
Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) kemarin tampaknya belum ada sesuatu yang baru terhadap perubahan suku bunga acuan. Laju IHSG pun bergerak datar dengan kecenderungan melemah. Pelaku pasar pun masih dalam posisi jualan, sehingga membuat IHSG melanjutkan pelemahannya dari sebelumnya.
"Secara intraday sempat mengalami pelemahan dalam, namun secara bertahap dapat kembali menguat meski belum dapat melampaui level sehari sebelumnya," kata dia.
Melemahnya sejumlah saham-saham blue chip akhibat profit taking membuat IHSG kian melemah, namun dapat diimbangi dengan terapresiasinya rupiah setelah dirilis tetapnya BI rate dan imbas cenderung positifnya laju bursa saham utama Asia dan Eropa.
Adapun asing kembali melakukan nett buy dari nett buy Rp2,13 triliun menjadi nett buy Rp149,66 miliar.
Kepala Riset PT Woori Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, IHSG membentuk pola dragonfly doji di area middle bollinger band (MBB). MACD masih bergerak turun tipis dengan histogram negatif yang mendatar. RSI, Stochastic, dan William’s %R mulai terbatas kenaikannya.
"Tampaknya rilis BI rate telah diantisipasi, di mana tidak adanya perubahan. Diharapkan laju IHSG jika masih melemah maka kami harapkan dapat melemah tipis agar tidak merubah haluan menjadi tren pelemahan jangka pendek," ujarnya, Jumat (14/11/2014).
Dia memprediksi, IHSG akan berada pada rentang support 5.027-5.035 dan resisten 5.065-5.072. Laju IHSG hari kemarin gagal mendekati kisaran target resisten 5.055-5.070, namun mampu bertahan di atas kisaran target support 5.015-5.027.
Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) kemarin tampaknya belum ada sesuatu yang baru terhadap perubahan suku bunga acuan. Laju IHSG pun bergerak datar dengan kecenderungan melemah. Pelaku pasar pun masih dalam posisi jualan, sehingga membuat IHSG melanjutkan pelemahannya dari sebelumnya.
"Secara intraday sempat mengalami pelemahan dalam, namun secara bertahap dapat kembali menguat meski belum dapat melampaui level sehari sebelumnya," kata dia.
Melemahnya sejumlah saham-saham blue chip akhibat profit taking membuat IHSG kian melemah, namun dapat diimbangi dengan terapresiasinya rupiah setelah dirilis tetapnya BI rate dan imbas cenderung positifnya laju bursa saham utama Asia dan Eropa.
Adapun asing kembali melakukan nett buy dari nett buy Rp2,13 triliun menjadi nett buy Rp149,66 miliar.
(rna)
Lihat Juga :