Harga Cabai di Padang Melonjak Rp100 Ribu/Kg
Senin, 17 November 2014 - 10:31 WIB
Harga Cabai di Padang Melonjak Rp100 Ribu/Kg
A
A
A
PADANG - Harga cabai merah keriting di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) menembus hingga Rp100 ribu per kg.
Kenaikan ini disebabkan tidak masuknya pasokan cabai dari pulau Jawa, karena tingginya biaya angkut. Akibatnya harga cabai lokal melambung.
Para pedagangan pun menyiasati agar tidak merugi dengan cara menjual cabai digiling terlebih dahulu yang dicampur bawang. Hal ini agar tahan lama dan harga tetap bisa naik.
Melonjaknya harga cabai ini seperti terpantau di Pasar Alai, Kota Padang. Di mana, para pedagang menjual cabai merah kriting dengan harga Rp90 ribu hingga Rp100 ribu per kg.
Menurut Afrini, pedagang di pasar tersebut, kenaikan ini dikarenakan tidak adanya pasokan cabai yang biasanya datang dari pulau Jawa, yang disebabkan mahalnya biaya angkut antar provinsi saat ini menjelang kenaikan harga BBM.
Dia mengatakan, mahalnya harga cabai mengakibatkan sepinya pembeli. Para ibu-ibu rumah tangga kewalahan, menghadapi melonjaknya harga cabai.
Apalagi, di Kota Padang terkenal dengan masyarakatnya yang gemar makan makanan pedas. Akibatnya, sejumlah ibu rumah tangga mensiasatinya dengan mengurangi pembelian cabai di pasar hingga 80%.
Bahkan, mereka lebih memilih membeli masakan siap saji. Karena, selain praktis harganyapun lebih irit dibanding membeli cabai di pasaran.
Kenaikan ini disebabkan tidak masuknya pasokan cabai dari pulau Jawa, karena tingginya biaya angkut. Akibatnya harga cabai lokal melambung.
Para pedagangan pun menyiasati agar tidak merugi dengan cara menjual cabai digiling terlebih dahulu yang dicampur bawang. Hal ini agar tahan lama dan harga tetap bisa naik.
Melonjaknya harga cabai ini seperti terpantau di Pasar Alai, Kota Padang. Di mana, para pedagang menjual cabai merah kriting dengan harga Rp90 ribu hingga Rp100 ribu per kg.
Menurut Afrini, pedagang di pasar tersebut, kenaikan ini dikarenakan tidak adanya pasokan cabai yang biasanya datang dari pulau Jawa, yang disebabkan mahalnya biaya angkut antar provinsi saat ini menjelang kenaikan harga BBM.
Dia mengatakan, mahalnya harga cabai mengakibatkan sepinya pembeli. Para ibu-ibu rumah tangga kewalahan, menghadapi melonjaknya harga cabai.
Apalagi, di Kota Padang terkenal dengan masyarakatnya yang gemar makan makanan pedas. Akibatnya, sejumlah ibu rumah tangga mensiasatinya dengan mengurangi pembelian cabai di pasar hingga 80%.
Bahkan, mereka lebih memilih membeli masakan siap saji. Karena, selain praktis harganyapun lebih irit dibanding membeli cabai di pasaran.
(izz)
Lihat Juga :