Kadin: Tak Masalah Kemenparekraf Dihapus

Senin, 17 November 2014 - 15:46 WIB
Kadin: Tak Masalah Kemenparekraf...
Kadin: Tak Masalah Kemenparekraf Dihapus
A A A
JAKARTA - Wakil Ketua Umum Kadin bidang Industri Kreatif Budyarto Linggowiyono mengaku tidak masalah bahwa ekonomi dan industri kreatif tidak dalam bentuk kementerian.

Pasalnya, di negara-negara maju, Kementerian Ekonomi dan Industri Kreatif (Kemenparekraf) juga ditiadakan dan berdiri di bawah kelembagaan.

"Awalnya Kadin mengharapkan ekonomi kreatif dibuat satu kementerian. Namun, ternyata di Asia enggak di bawah kementerian tapi lembaga atau badan. Misalnya di Inggris sudah dihapus, jadi tidak masalah. Apapun bentuknya, yang penting hasilnya," ujar dia di Menara Kadin, Jakarta, Senin (17/11/2014).

Pihaknya kali ini tengah menggodok satu format industri kreatif yang sifatnya inklusif. Karena, jika dilihat dan di evaluasi dari kebinet lalu, penanganan industri kreatif tidak menjangkau sampai daerah.

"Ini menjadi hambatan, meski sudah dikeluarkan roadmap namun belum maksimal. Potensi Indonesia yang dibungkus kegiatan ekonomi kreatif, baru 2006," kata dia.

Budyarto mengatakan, yang mendasari hambatan dalam struktur ini adalah bauran dari sisi sektoral atau fungsional. Dia memahami masalah dan tantangan ke depan.

Karena itu, Kadin mengharapkan kegiatan ekonomi kreatif lebih bisa maju seiring dengan industri atau asosiasi Kadin Indonesia.

Meski demikian, terlepas dari hambatan dan tantangan kedepan, pengembangan terhadap komunitas industri kreatif juga sangat perlu untuk diperhatikan. Enterpreneurship tumbuh dari orang muda.

"Namun, bagaimana caranya bisa sampai ke daerah, ini kelemahannya. Bagaimana daerah bisa saling menunjang potensi yang ada. Seperti Indonesia Timur, padahal potensinya besar," jelasnya.

Dari segi pendanaan, yang terkadang menjadi penghambat, menurutnya pendanaaan tak harus dari APBN, namun bisa melibatkan Pemda.

Tak hanya dari daerah tapi kabupaten, lembaga non bank, atau dengan dana CSR. "Itu kami yakini harus bisa mengontribusi industri kreatif," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tumbuhkan Pariwisata,...
Tumbuhkan Pariwisata, Disbudpar Kota Batam Gelar Parekraf Festival
Pelesiran ke Batam,...
Pelesiran ke Batam, Tidak Afdol Kalau Belum Kunjungi Balerang Bridge
Menteri Sandiaga Uno...
Menteri Sandiaga Uno Pastikan Ekonomi Kreatif Sokong Ekonomi Bangsa
BPKP Kawal Akuntabilitas...
BPKP Kawal Akuntabilitas Program Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
Gaji PNS Kementerian...
Gaji PNS Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Tahun 2024
Kolaborasi Kunci Strategis...
Kolaborasi Kunci Strategis Bangkitkan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
Berita Terkini
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
42 menit yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
47 menit yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
1 jam yang lalu
Pjs Dirut BEI Sebut...
Pjs Dirut BEI Sebut Fundamental Pasar Saham RI Masih Bagus, Ini Buktinya
1 jam yang lalu
Pupuk Kaltim Dorong...
Pupuk Kaltim Dorong Kemandirian Ekonomi Lewat Beragam Program TJSL
2 jam yang lalu
Penjelasan BEI soal...
Penjelasan BEI soal MSCI Turunkan Kasta Pasar Modal RI ke Frontier Market
2 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved