Dow dan S&P Reli Cetak Rekor Dipicu Sektor Kesehatan

Rabu, 19 November 2014 - 08:56 WIB
Dow dan S&P Reli Cetak...
Dow dan S&P Reli Cetak Rekor Dipicu Sektor Kesehatan
A A A
NEW YORK - Indeks Dow Jones dan S&P 500 kembali berakhir pada rekor tertinggi pada perdagangan Selasa waktu setempat didukung menguatnya saham sektor kesehatan dan proyeksi membaiknya ekonomi global.

Indeks S&P 500 mencetak rekor selama empat hari berturut-turut. Saham Actavis Plc, Gilead Sciences dan biotek lainnya menjadi pendorong kenaikan terbesar setelah Allergan setuju diakuisisi Actavis.

Sektor kesehatan di indeks S&P naik 1,6%. Saham Actavis melesat 8,7% menjadi USD269,60, sementara saham Gilead melonjak 3,3% menjadi USD103,71.

Adapun saham yang melonjak tertinggi di indeks Dow adalah UnitedHealth, yang naik 1,8% menjadi USD98,19. Sedangkan sektor biotek di indeks Nasdaq menguat 2,1%.

"Sedikit risiko perdagangan akan datang kembali, itu karena aksi merger dan akuisisi. Namun, saat ini adalah kondisi yang sangat baik untuk melakukan pembelian," kata Presiden Platinum Partners Uri Landesman seperti dilansir dari Reuters, Rabu (19/11/2014).

Sentimen positif lain yang mendorong reli di Wall Street adalah berita pemilihan umum yang dipercepat dan penundaan kenaikan pajak di Jepang yang memperkuat akan adanya stimulus baru setelah data menunjukkan Jepang kembali jatuh ke dalam resesi.

Sementara di Eropa, indeks sentimen ekonomi Jerman naik untuk kali pertama dalam hampir setahun. Selain itu, data inflasi Amerika Serikat yang jinak juga mendorong kenaikan.

Dow Jones Industrial Average ditutup naik 40,07 poin atau 0,23% ke 17.687,82; indeks S&P 500 naik 10,48 poin atau 0,51% menjadi 2.051,8; dan indeks Nasdaq bertambah 31,44 poin atau 0,67% ke 4.702,44.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
Inflasi AS Turun Jadi...
Inflasi AS Turun Jadi 3,5%, Bitcoin dan Ethereum Berpeluang Menguat
51 menit yang lalu
Biaya Nongkrong Kian...
Biaya Nongkrong Kian Mahal, Bikin Orang Enggan Bertemu
1 jam yang lalu
AS-Iran Saling Gempur,...
AS-Iran Saling Gempur, Harga Minyak Dunia Melonjak Tembus USD88 per Barel
2 jam yang lalu
Dulu Dijajah Belanda,...
Dulu Dijajah Belanda, Kini Digerus Impor? Mantan Menkeu Ungkap Jurus Jitu Cetak Ekonomi Tumbuh 8%
12 jam yang lalu
Warga India Gila Emas,...
Warga India 'Gila' Emas, Perusahaan Gadai Rusia Bidik Pasar Rp89.038 Triliun
13 jam yang lalu
Asabri Dorong Transformasi...
Asabri Dorong Transformasi Layanan Berbasis ESG, Kepuasan Peserta Capai 96,03%
15 jam yang lalu
Infografis
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved