Rinaldi Kurang Mumpuni saat Memimpin Telkom

Rabu, 19 November 2014 - 14:37 WIB
Rinaldi Kurang Mumpuni...
Rinaldi Kurang Mumpuni saat Memimpin Telkom
A A A
JAKARTA - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Migas Indonesia (KSPMI) Faisal Yusra menilai masuknya nama mantan Direktur Utama PT Telkom Rinaldi Firmansyah dalam bursa calon Direktur Utama PT Pertamina kurang tepat.

Selain itu, ujar Faisal, pekerja migas tak mengenal Rinaldi, serta kinerjanya dianggap kurang mumpuni saat memimpin PT Telkom. "Kami tidak punya track record dia," ujar Faisal saat dihubungi, Rabu (19/11/2014).

Selama menjabat Dirut PT Telkom, lanjut Faisal, Rinaldi tidak membawa perubahan berarti untuk perusahaan telekomunikasi tersebut. "60-70% keuntungan PT Telkom adalah keberhasilan Telkomsel," papar Faisal.

Faisal menegaskan, Dirut Pertamina harus diduduki orang yang memiliki background migas, mengerti teknis ekspansi dan menambah cadangan BBM.

"Kita jangan kembali pada ungkapan Laksamada Sukardi, bahwa siapapun yang memimpin Pertamina, perusahaan itu akan untung," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, pengamat Politik Energi UNJ, Ubedillah Badrun menduga, munculnya mantan Dirut PT Telkom Rinaldi Firmansyah dalam bursa calon dirut PT Pertamina hanya calon titipan dari Menteri BUMN Rini Soemarno.

"Dari mana Pak Rinaldi masuk? Saya menduga ini desain dari kepentingan Menteri BUMN. Intervensi menteri nampaknya sangat tinggi dalam calon Dirut Pertamina ini," kata dia saat dihubungi beberapa waktu lalu.

Menurutnya, pemilihan calon pengganti Karen Agustiawan ini nampak menjadi sangat politis dan saarat kepentingan. Dia pun mengaku menyesalkan kejadian seperti ini.

Dia mengatakan, kejadian ini menandakan bahwa pemerintah menempatkan orang yang bukan pada tempatnya dan tidak sesuai keahliannya.

Sebab, perusahaan pelat merah tersebut, pada dasarnya membutuhkan orang yang memiliki kapasitas di sektor minyak dan gas (migas).

"Rinaldi itu Dirut Telkom, keseharian bisnisnya soal Telkom. Dia tidak berurusan dengan soal migas. Jadi dari sisi keahlian bisnis tidak tepat," ujarnya.

(Baca: Pengamat Duga Rinaldi Hanya Titipan Menteri BUMN)
(gpr)
Berita Terkait
Petani Mendapat Sosialisasi...
Petani Mendapat Sosialisasi Keamanan Seiring Gas JTB Mulai Dialirkan
Pertamina Mulai Berlakukan...
Pertamina Mulai Berlakukan Transaksi Non Tunai
Penjualan Kondensat...
Penjualan Kondensat Pertamina EP Subang Field
Pertamina EP Donggi...
Pertamina EP Donggi Matindok Field Dorong Perekonomian Kelompok Wanita Banggai
PEP Prabumulih Field...
PEP Prabumulih Field Dukung Gerakan Ketahanan Pangan
Restrukturisasi Pertamina...
Restrukturisasi Pertamina Ditegaskan Sesuai Buku Putih dan Roadmap BUMN
Berita Terkini
Mengakali Tarif Impor...
Mengakali Tarif Impor Terbaru Trump, Industri Tekstil Sebut Bisa dengan Kapas
5 jam yang lalu
AS Pasar Utama Ekspor...
AS Pasar Utama Ekspor Mebel Indonesia, Tarif Terbaru Trump Bisa Berdampak Buruk
7 jam yang lalu
Awasi Efek Lanjutan...
Awasi Efek Lanjutan Tarif AS, Baja Impor Bisa Membanjiri Pasar RI
8 jam yang lalu
Pemimpin ASEAN Bersatu...
Pemimpin ASEAN Bersatu Respons Tarif Impor Terbaru AS
8 jam yang lalu
Respons Tarif Trump...
Respons Tarif Trump Terbaru, Industri Galangan Kapal Butuh Kebijakan Impor Friendly
9 jam yang lalu
Pembayaran Retribusi...
Pembayaran Retribusi Jakarta Kini Bisa Lewat Aplikasi, QRIS dan Gerai Ritel
10 jam yang lalu
Infografis
Waspadai Penyakit yang...
Waspadai Penyakit yang Rentan Menyerang saat Mudik Lebaran
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved