Tarif Travel di Bandung Naik Hingga Rp15.000
Kamis, 20 November 2014 - 00:10 WIB
Tarif Travel di Bandung Naik Hingga Rp15.000
A
A
A
BANDUNG - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi memicu kenaikan tarif jasa transportasi seperti travel. Biaya operasional yang meningkat mengancam kegiatan usaha travel.
Ketua Himpunan Pengusaha Travel (Hipatra) Andrew Arristianto menyebutkan, kenaikan tarif travel yang dipicu kenaikan BBM bersubsidi berkisar antara 5-10% atau Rp10.000-Rp15.000/orang rute Bandung-Jakarta.
"Sejumlah pelaku jasa travel menaikkan tarif 5-10%. Tarif travel bervariasi tergantung kualitas pelayanan. Sebelum kenaikan, rata-rata tarif berkisar antara Rp60.000-90.000/orang. Bahkan kalau dengan pelayanan VIP bisa mencapai Rp150.000/orang," ungkapnya kepada wartawan, Rabu (19/11/2014).
Akibatknya, kata dia, bisnis travel rute Jakarta-Bandung terancam lesu. Kenaikan harga BBM bersubsidi dari Rp5.500/liter menjadi Rp7.500/liter jenis solar dan dari Rp6.500/liter menjadi Rp8.500/liter jenis premium dinilai cukup berat.
"Pada bisnis transportasi seperti travel ini bahan bakar menjadi kebutuhan utama. Karenanya, kenaikan tersebut sangat berat bagi kami," katanya.
Dia menjelaskan, besaran kenaikan tarif travel sudah disesuaikan dengan lonjakan biaya operasional. Pasalnya, kenaikan BBM bersubsidi berefek domino salah satunya menimbulkan kenaikan harga suku cadang kendaraan.
"Tidak hanya kenaikan harga suku cadang, kami juga dihadapkan pada permasalahan kemacetan yang membuat boros konsumsi bahan bakar. Belum lagi kondisi infrastruktur jalan yang kurang mulus makin memperparah keadaan," tuturnya.
Dia menyadari, kenaikan tarif ini akan berdampak pada penurunan minat masyarakat terhadap penggunaan jasa travel. Namun risiko ini tetap harus diambil demi menutupi biaya operasional.
"Travel bukan satu-satunya moda transportasi Jakarta-Bandung. Kenaikan tarif ini berpotensi membuat masyarakat beralih pada moda transportasi lainnya seperti kereta api ataupun pesawat terbang," katanya.
Dengan begitu, kata dia, bisnis travel rute Bandung-Jakarta (PP) semakin lesu menjelang momen Natal dan Tahun Baru. Padahal biasanya pada kedua momen tersebut, jumlah penumpang cenderung naik.
Ketua Himpunan Pengusaha Travel (Hipatra) Andrew Arristianto menyebutkan, kenaikan tarif travel yang dipicu kenaikan BBM bersubsidi berkisar antara 5-10% atau Rp10.000-Rp15.000/orang rute Bandung-Jakarta.
"Sejumlah pelaku jasa travel menaikkan tarif 5-10%. Tarif travel bervariasi tergantung kualitas pelayanan. Sebelum kenaikan, rata-rata tarif berkisar antara Rp60.000-90.000/orang. Bahkan kalau dengan pelayanan VIP bisa mencapai Rp150.000/orang," ungkapnya kepada wartawan, Rabu (19/11/2014).
Akibatknya, kata dia, bisnis travel rute Jakarta-Bandung terancam lesu. Kenaikan harga BBM bersubsidi dari Rp5.500/liter menjadi Rp7.500/liter jenis solar dan dari Rp6.500/liter menjadi Rp8.500/liter jenis premium dinilai cukup berat.
"Pada bisnis transportasi seperti travel ini bahan bakar menjadi kebutuhan utama. Karenanya, kenaikan tersebut sangat berat bagi kami," katanya.
Dia menjelaskan, besaran kenaikan tarif travel sudah disesuaikan dengan lonjakan biaya operasional. Pasalnya, kenaikan BBM bersubsidi berefek domino salah satunya menimbulkan kenaikan harga suku cadang kendaraan.
"Tidak hanya kenaikan harga suku cadang, kami juga dihadapkan pada permasalahan kemacetan yang membuat boros konsumsi bahan bakar. Belum lagi kondisi infrastruktur jalan yang kurang mulus makin memperparah keadaan," tuturnya.
Dia menyadari, kenaikan tarif ini akan berdampak pada penurunan minat masyarakat terhadap penggunaan jasa travel. Namun risiko ini tetap harus diambil demi menutupi biaya operasional.
"Travel bukan satu-satunya moda transportasi Jakarta-Bandung. Kenaikan tarif ini berpotensi membuat masyarakat beralih pada moda transportasi lainnya seperti kereta api ataupun pesawat terbang," katanya.
Dengan begitu, kata dia, bisnis travel rute Bandung-Jakarta (PP) semakin lesu menjelang momen Natal dan Tahun Baru. Padahal biasanya pada kedua momen tersebut, jumlah penumpang cenderung naik.
(gpr)
Lihat Juga :