Pemerintah Gratiskan Biaya Pendirian Koperasi bagi UMKM

Minggu, 23 November 2014 - 07:17 WIB
Pemerintah Gratiskan...
Pemerintah Gratiskan Biaya Pendirian Koperasi bagi UMKM
A A A
JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) membebaskan biaya pembuatan akta bagi usaha mikro yang ingin membuat koperasi. Hal itu dilakukan untuk menghidupkan kembali koperasi dan usaha kecil.

"Dibebaskan biaya untuk pembuatan aktanya (koperasi) di notaris. Kita sudah teken MoU dengan temen-temen notaris, bagaimana semangat koperasi tumbuh lagi. Bagaimana membuat usaha mikro bergeliat lagi," ujar Menteri Koperasi dan UMKM Puspayoga di Kantor Radio Republik Indonesia (RRI) Jalan Medan Merdeka Barat, Sabtu (22/11/2014).

Menurut Puspa, selama ini pelaku usaha kecil mengalami kesulitan untuk mendapatkan modal guna mengembangkan bisnisnya. Tidak hanya itu, mereka juga sulit mendapat persetujuan ketika harus meminjam uang ke bank untuk modal usaha.

"Cari ke bank enggak boleh karena bukan subjek hukum. Jadi, kita dorong dia (pelaku usaha) buat koperasi," katanya.

Puspa juga meminta kepada para notaris agar tidak mengenakan biaya dalam pembuatan akta. Namun, bila tetap dikenakan biaya pemerintah yang akan menanggungnya.

"Saya minta notaris tidak kenakan biaya buat akta, cuma kalau notaris mau kenakan biaya, kita akan subsidi," jelasnya.

Dia berharap, program tersebut bisa berjalan dengan lancar pada tahun depan. Apalagi berdasarkan data ada 200.000 koperasi, di mana sebagian besar tidak aktif dan hanya 40.000 koperasi yang hingga kini masih produktif.

"Baru kemarin kita teken mudah-mudahan tahun depan bisa jalan karena kita kan harus sosialisasikan dengan notaris-notaris di daerah," kata Puspa.

Terkait dengan beban yang ditanggung para pelaku usaha kecil akibat kenaikan harga BBM, politisi dari PDIP ini mengaku, pihaknya akan menyalurkan subsidi BBM kepada mereka.

Pihaknya juga mengalokasikan anggaran sebesar Rp25 juta untuk pelatihan kepada para pelaku usaha kecil. "Kita kasih pelatihan, itu usaha-usaha kita, nelayan 5.000 orang dan 5.000 petani total target 10.000 pada 2015. Kita juga harus selektif agar bermanfaat," tandas Puspa.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Menkop Teten Masduki...
Menkop Teten Masduki Dorong Kualitas Kerajinan Kulit Khas Garut agar Sejajar dengan Brand Italia
Bantuan Likuiditas bagi...
Bantuan Likuiditas bagi Koperasi Saat Pandemi Disepakati Pemerintah
Itikad Baik Pendiri...
Itikad Baik Pendiri Jadi Solusi Penuntasan Persoalan Koperasi Indosurya
Ditawari Modal Koperasi...
Ditawari Modal Koperasi Rp2 Miliar, Peternak Sapi di Lampung Happy
Pernyataan Shadow Banking...
Pernyataan Shadow Banking Jadi Polemik, Ini Penjelasan Kemenkop UKM
Hindari Penumpang Gelap...
Hindari Penumpang Gelap di Koperasi, KemenKop UKM Turunkan Tim Pengawas
Berita Terkini
Industri Aset Digital...
Industri Aset Digital Dorong Penguatan Ekosistem Hospitality Bandara
24 menit yang lalu
Solusi Atasi Sampah...
Solusi Atasi Sampah Laut, Komut Pertamina Mochamad Iriawan Hadirkan Kapal Pintar ke Pesisir Bali
31 menit yang lalu
Antam Tebar Dividen...
Antam Tebar Dividen Jumbo Rp5,04 Triliun, 70% dari Laba Bersih di 2025
35 menit yang lalu
Dorong Literasi Finansial...
Dorong Literasi Finansial dan AI, IPOT Jawab Tantangan Makro Gen Z
50 menit yang lalu
Krakatau Posco Tanamkan...
Krakatau Posco Tanamkan Budaya Keselamatan kepada Generasi Muda
1 jam yang lalu
Kuwait Tawarkan Minyak...
Kuwait Tawarkan Minyak ke Pembeli Asia, Pertama Kalinya Sejak Konflik Iran
1 jam yang lalu
Infografis
Profil 10 Pahlawan Nasional...
Profil 10 Pahlawan Nasional Tahun 2025 dan Jasanya bagi Negara
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved