Warga Bantul Krisis Gas 13 Kg

Minggu, 23 November 2014 - 15:24 WIB
Warga Bantul Krisis...
Warga Bantul Krisis Gas 13 Kg
A A A
BANTUL - Masyarakat di Kabupaten Bantul, Yogyakarta mengalami krisis gas 3 kilogram (kg). Bahkan, harga gas melon tersebut melonjak hingga Rp21 ribu/tabung.

Harga tersebut jauh lebih tinggi dibanding ketentuan PT Pertamina, yakni Rp16.000 sampai ke tangan konsumen. Hal ini diungkapkan Rohmad Nurhadi, warga Sidomulyo, Kecamatan Bambanglipuro.

Dia harus mencari ke beberapa warung dan toko untuk mendapatkan gas untuk keperluan rumahnya. Untuk mendapatkannya, dia terpaksa mendatangi pangkalan yang letaknya cukup jauh dari rumahnya.

“Harga yang saya dapatkan sebesar Rp 17.000 dari pangkalan itu,” paparnya, Minggu (23/11/2014).

Hal sama juga dialami Triyono, warga Desa Srimulyo, Kecamatan Piyungan. Laki-laki yang mengaku memiliki kantin di SMP 3 Yogyakarta ini terpaksa harus berkeliling sampai ke ibukota Kecamatan Piyungan untuk mendapatkan gas 3 kg.

Meskipun di wilayahnya sangat dekat dengan tempat pengisian gas atau Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPPBE), namun tidak menjamin gas tersebut mudah didapatkan.

Dia heran dengan yang terjadi di Bantul, karena untuk mendapatkan gas 3 kg cukup sulit. Harganya di sana bisa mencapai Rp19.000 dan Rp20.000 per tabung, jauh lebih mahal dibandingkan dengan harga gas di Kota Yogyakarta.

Pemilik pangkalan gas di Kecamatan Bantul, Endang mengatakan, meskipun pemerintah sudah menyatakan ada kenaikan pasokan tetapi kenyataannya pasokan gas ke pangkalannya tetap seperti sebelumnya. Karena pasokan tetap, sehingga membuatnya kewalahan.

“Pusing saya dikejar pembeli. Sekarang pasokan yang biasa habis dalam 5 hari sampai seminggu, sekarang hanya dalam dua hari habis,” ungkapnya.

Pemilik pangkalan di Bambanglipuro, Zahrowi mengaku pasokan ke tempatnya masih sama. Dalam seminggu ia mendapatkan pasokan sebanyak 150 tabung, namun tak berselang lama langsung habis.

Akibatnya, dalam sehari dia sering menolak para pembeli karena stok gasnya sudah habis. “Setidaknya ada 10 orang yang saya tolak,” ujarnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Bidang Elpiji Himpunan Wiraswasta Minyak dan Gas (Hiswana Migas) DIY, Dani Isworo mengungkapkan, pasokan gas sudah ditambah sekitar 2%.

Menurutnya, kalaupun masyarakat masih kesulitan itu karena ada peningkatan permintaan. Sudah menjadi kebiasaan setiap tahunnya, ketika musim hujan sudah datang maka konsumsi gas 3 kg akan meningkat.

“Kalau musim hujan yang dulunya menggunakan kayu sekarang beralih ke gas gas 3 kg karena kayu mereka basah. Dan ini wajar karena setiap musim hujan pasti meningkat,” terang Dani.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pertamina EP Sepakati...
Pertamina EP Sepakati Jual Beli Gas dengan Cikarang Listrindo dan PHR
Tinggalkan Eropa, Rusia...
Tinggalkan Eropa, Rusia Perluas Pasokan Gas ke Pasar Asia Tengah
JERA-PLN EPI Umumkan...
JERA-PLN EPI Umumkan Temuan Awal Studi Potensi Kolaborasi Rantai Nilai LNG di Indonesia
FID Lapangan Duyung...
FID Lapangan Duyung Resmi Disetujui, PLN EPI Amankan Pasokan 111 MMSCFD
Petrokimia Gresik Amankan...
Petrokimia Gresik Amankan Pasokan Gas hingga 2035, Perkuat Produksi Pupuk Nasional
Industri Khawatirkan...
Industri Khawatirkan Masalah Pasokan dan Harga Gas Bumi
Berita Terkini
Rupiah Semringah Sambut...
Rupiah Semringah Sambut Akhir Pekan, Menjauh dari Level Rp18 Ribu per Dolar AS
31 menit yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Sumbagut dan Polda Sumut Sinergi Percepat Normalisasi Distribusi BBM
49 menit yang lalu
Yamaha Grand Filano...
Yamaha Grand Filano Hybrid Tawarkan Gaya Kalcer, Konsumsi BBM Diklaim Capai 60 Km per Liter
58 menit yang lalu
Produktivitas Kebun...
Produktivitas Kebun Sawit Sitaan Negara Menurun, Muncul Desakan Audit Total
58 menit yang lalu
Danantara Resmi Gabung...
Danantara Resmi Gabung ke Forum Sovereign Wealth Fund Dunia, Ini Manfaatnya
1 jam yang lalu
Penguatan IHSG Tak Terbendung...
Penguatan IHSG Tak Terbendung Sentuh 6.175, Diwarnai Lompatan 363 Saham
1 jam yang lalu
Infografis
Kaleidoskop 2025: 13...
Kaleidoskop 2025: 13 Negara yang Terlibat Perang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved