3 Negara yang Akan Kedinginan jika Tidak Di Suplai Gas Rusia

Jum'at, 01 Juli 2022 - 14:38 WIB
loading...
3 Negara yang Akan Kedinginan jika Tidak Di Suplai Gas Rusia
Gas Rusia cukup banyak digunakan negara-negara di dunia. Foto DOK SINDOnews
A A A
JAKARTA - Gas Rusia cukup banyak digunakan negara-negara di dunia . Jika saja Rusia benar menghentikan pasokannya, sedikitnya akan ada tiga negara yang warganya mengalami kedinginan akibat kekurangan gas.

Sebelumnya, Rusia sendiri mengancam untuk menghentikan pasokan gas alamnya ke negara-negara Eropa. Hal ini ditujukan sebagai bentuk pembalasan atas rentetan sanksi yang mereka kenakan pada Rusia.

Baca juga : Vatikan Dikabarkan Beli Gas Rusia Pakai Rubel, Benarkah?

Berikut beberapa negara di dunia yang akan kedinginan jika tidak disuplai gas Rusia :

1. Jerman

Jerman menjadi salah satu negara yang bergantung pada gas Rusia. Dilansir dari Reuters, pada 2021 Jerman mengimpor 142 miliar meter kubik gas. Data analisis ICIS menyatakan pasokan gas Jerman didominasi oleh gas pipa Rusia yang menyumbang sekitar 32 persen. Kemudian disusul oleh Norwegia 20 persen dan Belanda 12 persen.

Pembakaran gas menyumbang 15,3 persen dari pembangkit listrik Jerman tahun lalu. Kehilangan sebagian impor gas dari sumber manapun bisa berakibat buruk. Mungkin dalam jangka pendek, Jerman bisa mengatasinya dengan menggunakan pembangkit listrik batu bara dalam negeri maupun impor listrik dari negara tetangga.

Akan tetapi, hal tersebut tidak bisa dilakukan untuk menjaga pemanas rumah. Karena faktanya, gas membuat setengah dari 41,5 juta rumah tangga di Jerman tetap hangat selama ini. Sehingga, pemutusan suplai gas Rusia bisa membuat rumah-rumah tersebut mengalami kedinginan. Terlebih, saat memasuki musim dingin. Selain itu, di sektor industri manufaktur seperti keramik juga tidak bisa berproduksi tanpa bahan bakar.

2. Hungaria

Pada konflik Rusia dan Ukraina, negara Eropa Timur dan Balkan menghadapi kekurangan gas alam setelah Moskow menutup keran pengiriman gas ke Eropa.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2020 seconds (11.97#12.26)