Wall Street Perbaiki Rekor Didukung Kebijakan Moneter China

Selasa, 25 November 2014 - 09:03 WIB
Wall Street Perbaiki...
Wall Street Perbaiki Rekor Didukung Kebijakan Moneter China
A A A
NEW YORK - Indeks saham di bursa Wall Street pada perdagangan Senin waktu setempat kembali mencetak rekor tertinggi di tengah harapan terhadap kebijakan moneter China.

Hal ini terjadi seiring dengan masih fokusnya para pedagang terhadap aksi merger, bahkan ketika volume perdagangan di bawah rata-rata.

Saham sektor energi di indeks Dow mendatar, dengan saham Exxon dan Chevron menurun. Sementara sektor energi di indeks S&P 500 turun 1%. Penurunan itu didorong minyak mentah AS dan brent turun menjelang pertemuan OPEC pekan ini.

Sementara yang mendorong penguatan adalah perkiraan bahwa Bank Sentral non-AS yang akan terus meningkatkan stimulus. Setelah Bank Sentral China memangkas suku bunga pada pekan lalu, merka akan kembali menurunkan suku bunganya.

"Mereka cenderung tidak hanya akan menurunkan suku bunga sekali saja. Ini bisa menjadi yang pertama bagi mereka. Pertanyaannya adalah berapa banyak penurunan yang akan mereka lakukan," kata Direktur Perdagangan di Performance Trust Capital Partners Brian Battle seperti dilansir Reuters, Selasa (25/11/2014).

Dow Jones Industrial Average ditutup naik 7,84 poin atau 0,04% ke 17.817,9; indeks S&P 500 naik 5,91 poin atau 0,29% ke 2.069,41; dan Nasdaq Composite bertambah 41,92 poin atau 0,89% ke 4.754,89.

Sementara volume perdagangan minim, dengan sekitar 5,6 miliar saham ditransaksikan di bursa AS. Jumlah itu di bawah rata-rata bulan ini sebanyak 6,4 miliar.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Bangkit...
Wall Street Bangkit Ditopang Dua Raksasa Teknologi
Ditopang Saham-saham...
Ditopang Saham-saham Bank, Wall Street Dibuka Naik
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Berita Terkini
Dulu Dijajah Belanda,...
Dulu Dijajah Belanda, Kini Digerus Impor? Mantan Menkeu Ungkap Jurus Jitu Cetak Ekonomi Tumbuh 8%
1 jam yang lalu
Warga India Gila Emas,...
Warga India 'Gila' Emas, Perusahaan Gadai Rusia Bidik Pasar Rp89.038 Triliun
2 jam yang lalu
Asabri Dorong Transformasi...
Asabri Dorong Transformasi Layanan Berbasis ESG, Kepuasan Peserta Capai 96,03%
5 jam yang lalu
Distribusi BBM di Kota...
Distribusi BBM di Kota Medan Makin Lancar, Antrean di SPBU Mulai Normal
5 jam yang lalu
Jebakan Ilusi PDB, Mantan...
Jebakan Ilusi PDB, Mantan Menkeu Fuad Bawazier Ungkap Fakta di Balik Utang RI Rp8.000 Triliun
5 jam yang lalu
AKPY-BPDP Latih Pekebun...
AKPY-BPDP Latih Pekebun Sawit di Paser Tingkatkan Nilai Jual TBS
6 jam yang lalu
Infografis
Cilia Flores, Istri...
Cilia Flores, Istri Maduro yang Disebut Otak di Balik Kebijakan Venezuela
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved