Pabrik Indocement di Pati Molor Tiga Tahun

Selasa, 25 November 2014 - 13:38 WIB
Pabrik Indocement di...
Pabrik Indocement di Pati Molor Tiga Tahun
A A A
KUDUS - Operasional pabrik semen PT Indocement Tunggal Perkasa Tbk di Kecamatan Tambakromo dan Kayen, Kabupaten Pati, Jawa Tengah dipastikan mundur beberapa tahun dari jadwal awal.

Persoalan lingkungan dan penolakan sejumlah elemen masyarakat menjadi alasan lamanya proses penyusunan dokumen analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) pabrik semen yang dibangun PT Sahabat Mulia Sakti (SMS), anak usaha PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk.

Proses penyusunan dokumen Amdal pabrik semen dengan nilai investasi sekitar Rp5 triliun ini sudah dimulai sejak 2011. Sedianya, pada 2015 pabrik semen yang dibangun di kawasan pantura timur Jawa Tengah ini sudah bisa beroperasi.

Sayangnya, hingga kini izin Amdal pabrik ini tak kunjung turun. Hal ini seiring kencangnya aksi sejumlah kalangan yang menyuarakan penolakan pembangunan pabrik karena dikhawatirkan berimbas buruk pada lingkungan dan masyarakat sekitar.

Wakil Direktur PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk, Frangky Welirang mengatakan, saat ini pihaknya masih menunggu turunnya izin Amdal pabrik semen yang dibangun di Kabupaten Pati.

Setelah izin Amdal keluar, pihaknya akan langsung menindaklanjuti dengan langkah lainnya. Misalnya, memulai proses pembebasan lahan, pengurusan izin mendirikan bangunan (IMB) dan lain sebagainya.

Dalam hitungan Frangky, berbagai proses ini membutuhkan waktu hingga beberapa tahun. Dan kemungkinan besar pabrik baru bisa beroperasi pada 2018.

"Memang mundur sekitar tiga tahun. Dan ini prosesnya masih akan terus berlanjut," katanya di sela-sela diskusi 'Amdal Pabrik Semen di Pati, Kepentingan Siapa?' yang digelar di United Cafe, Kudus, Selasa (25/11/2014).

Frangky mengatakan, pihaknya tetap memperhatikan aspek alam dan sosial dalam penyusunan Amdal pabrik semen di Pati.

Aktivitas industri tidak mematikan boleh mengabaikan kelestarian lingkungan dan aspek-aspek lainnya.

Selain itu, keberadaan investasi justru harus mendorong perbaikan ekonomi masyarakat, pendidikan, kesehatan hingga kelestarian lingkungan sekitar. "Itu sudah dan akan terus kita lakukan," tandasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Anggaran Jumbo Infrastruktur...
Anggaran Jumbo Infrastruktur dan Dana Abadi RI Angkat Optimisme Industri Semen
Hingga Juni, Penjualan...
Hingga Juni, Penjualan Domestik Indocement Tumbuh 8,8%
RUPST Indocement Putuskan...
RUPST Indocement Putuskan Pembagian Dividen Rp1,8 Triliun
Terpapar Pandemi, Laba...
Terpapar Pandemi, Laba Bersih Indocement Terkuras 5,02 Persen
Industri Semen Mulai...
Industri Semen Mulai Bangkit Berkat Sejumlah Kebijakan Pemerintah
Seribu Karyawan Indocement...
Seribu Karyawan Indocement Mulai Ikut Vaksin Gotong Royong
Berita Terkini
Harga Emas Antam Turun...
Harga Emas Antam Turun Rp15.000 Jadi Rp2,63 Juta per Gram Hari Ini
40 menit yang lalu
QuickPro Ajak Trader...
QuickPro Ajak Trader Emas Bangun Kemandirian Analisa
55 menit yang lalu
Topremit Catat 300.000...
Topremit Catat 300.000 Pengguna, Remitansi Digital Kian Digemari
1 jam yang lalu
IHSG Pagi Ini Anjlok...
IHSG Pagi Ini Anjlok Lebih 1%, Balik ke Level 5.700-an
1 jam yang lalu
Perkuat Industri Maritim,...
Perkuat Industri Maritim, BKI Dorong Kolaborasi PIKKI Bersama PT PAL
2 jam yang lalu
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Jadi Navigasi Pembangunan Nasional
2 jam yang lalu
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved