Bangun Sanitasi Butuh Rp273 Triliun

Rabu, 26 November 2014 - 21:08 WIB
Bangun Sanitasi Butuh...
Bangun Sanitasi Butuh Rp273 Triliun
A A A
JAKARTA - Pemerintah masih membutuhkan anggaran sedikitnya Rp273 triliun untuk membangun penyelenggaraan sanitasi yang layak kepada masyarakat dalam hal pengelolaan air limbah.

Direktur Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman (PPLP) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Muhammad Maliki Moersid mengatakan, saat ini presentase capaian sanitasi layak di Indonesia baru mencapai 60%. Angka tersebut masih berada di bawah rata-rata capaian akses sanitasi layak di negara-negara Asia Tenggara.

"Sedangkan target Millenium Development Goals (MDG’s) 2015 sampai dengan tahun 2015 pencapaian akses sanitasi yang layak dapat mencapai 62,41%. Kementerian Pekerjaan Umum menetapkan target “100-0-100”, yaitu 100% akses air minum yang aman, 0% kawasan kumuh dan 100% akses sanitasi yang layak dalam lima tahun ke depan. Kami menghitung bersama Bappenas kebutuhan anggaran untuk itu semua mencapai Rp273 triliun," ucap dia di Jakarta, Rabu (26/11/2014).

Dia mengatakan, target tersebut akan diupayakan semaksimal mungkin. Apalagi, kata dia, peningkatan akses sanitasi rata-rata per tahun mencapai 2% per tahun.

Mengenai anggaran akan diupayakan melalui APBN, bantuan luar negeri termasuk memberdayakan tanggung jawab perusahaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dan lembaga swadaya masyarakat yang konsen di sektor sanitasi berbasis masyarakat.

"Kita akan upayakan anggarannya melalui APBN, Dana Alokasi Khusus (DAK), bantuan luar negeri termasuk CSR perusahaan. Kita akan menggodok ini semua agar target-target tersebut bisa dicapai," ucapnya.

Lembaga internasional The United Nations Children's Fund (UNICEF) baru-baru ini menyatakan sebanyak 55 juta orang Indonesia masih melakukan Buang Air Besar Sembarangan (BABS). Menurut data, hal itu membuat Indonesia berada di posisi kedua tertinggi di dunia dalam hal BABS.

“Saat ini pemenuhannya baru 60%, sementara target 40% itu cukup besar, sedangkan selama ini peningkatan kita setahun sekitar 2 % jadi bisa dibayangkan ke depan ini minimal setahun 8% ini memang perlu upaya yang besar,” tambah Maliki.

Namun, kata Maliki, yang lebih penting juga masalah kelembagaan dan juga kesadaran masyarakat, kesiapan lahan dan juga lembaga yang mengelola. "Tapi yang lebih penting masyarakat yang lebih peduli terhadap sanitasi biasanya kita bekerja sama dengan Kementerian lain seperti Kementerian Kesehatan," pungkasnya.

Hingga tahun 2014, SANIMAS atau sanitasi berbasis masyarakat telah diimplementasikan di lebih dari 1.000 lokasi di 33 provinsi di Indonesia. Karena keberhasilannya dalam mengejar ketertinggalan sanitasi yang layak di Indonesia, program SANIMAS diadopsi untuk dilaksanakan melalui DAK sejak tahun 2010 di hampir seluruh Kabupaten/Kota di Indonesia.

Selain itu, program ini juga diadopsi dan dilaksanakan di lebih dari 900 lokasi pada 5 provinsi dengan pendanaan melalui pinjaman dari Asian Development Bank (ADB).
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kampus Hijau PUPR, Perkantoran...
Kampus Hijau PUPR, Perkantoran yang Ramah Lingkungan dan Humanis
PUPR Perpanjang Masa...
PUPR Perpanjang Masa Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur Venues PON
Efisiensi, Kementerian...
Efisiensi, Kementerian PUPR Bersiap Lakukan Reorganisasi Balai
Menteri Basuki Perbaiki...
Menteri Basuki Perbaiki 2.000 Rumah Tidak Layak Huni di Bengkulu
Antisipasi Kekeringan,...
Antisipasi Kekeringan, Menteri Basuki Optimalkan Infrastruktur Tampungan Air
Dukung Pemulihan Ekonomi,...
Dukung Pemulihan Ekonomi, Menteri Basuki Target Jembatan Sei Rampung 2021
Berita Terkini
KAI Logistik Kelola...
KAI Logistik Kelola 8,7 Juta Ton Angkutan Barang di Semester I 2026
23 menit yang lalu
Transaksi BI-FAST Capai...
Transaksi BI-FAST Capai 1,53 Miliar di Triwulan II 2026, Nilainya Tembus Rp3.777 Triliun
35 menit yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Integrasikan Penanganan Stunting dan Pemberdayaan UMKM
59 menit yang lalu
Heboh Surat Dinas ke...
Heboh Surat Dinas ke AS dengan Keluarga Bocor, Menteri PU: Saya Nggak Jadi Berangkat
1 jam yang lalu
Pupuk Kaltim Dukung...
Pupuk Kaltim Dukung Pengembangan SDM melalui Olahraga
1 jam yang lalu
Pimpin BGN, Sudaryono...
Pimpin BGN, Sudaryono Lepas Jabatan Wakil Menteri Pertanian
1 jam yang lalu
Infografis
Arab Saudi Bangun Jalur...
Arab Saudi Bangun Jalur Kereta Api Landbridge Rp116 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved