Jika Tak Diserang Profit Taking, IHSG Berpeluang Reli
Kamis, 27 November 2014 - 08:36 WIB
Jika Tak Diserang Profit Taking, IHSG Berpeluang Reli
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari keempat pekan ini diproyeksi berpeluang melanjutkan penguatan (reli) jika sentimen positif dari bursa global tidak dimanfaatkan untuk melakukan aksi ambil untung (profit taking).
Kepala Riset PT Woori Korindo Securities Reza Priyambada mengatakan, hammer di atas area middle bollinger band (MBB). MACD masih terbatas kenaikannya dengan histogram positif yang mendatar. RSI, Stochastic, dan William’s %R masih tertahan kenaikannya.
Menurut dia, IHSG mencoba bertahan di zona hijau, namun masih diperlukannya dukungan untuk mempertahankan posisinya.
"Jika positifnya laju bursa saham global tidak dimanfaatkan untuk profit taking massif, maka IHSG pun masih berkesempatan untuk kembali menguat," kata dia, Kamis (27/11/2014).
Dia memprediksi, IHSG akan berada pada rentang support 5.095-5.100 dan resisten 5.141-5.148. Sementara laju IHSG kemarin sempat menyentuh target resisten 5.131-5.151 dan berhasil bertahan di kisaran tersebut dan sempat menyentuh area target support 5.097-5.107.
Adapun penurunan yang sempat terjadi lebih banyak dipengaruhi aksi profit taking sementara. IHSG kemarin berhasil menguat karena didukung oleh aksi beli.
Positifnya sejumlah laju bursa saham Asia meski di penutupan bursa saham AS cenderung melemah, memberikan sentimen positif bagi IHSG. Padahal di awal perdagangan laju IHSG cenderung melemah seiring dengan aksi jual pelaku pasar.
"Tetapi, tidak adanya sentimen negatif signifikan di pasar membuat pelaku pasar kembali memanfaatkan pelemahan sebelumnya untuk kembali mengakumulasi, sehingga membuat IHSG mampu bergerak naik bertahap," ujarnya.
Transaksi asing yang di awal sempat nett sell kembali catatkan nett buy hingga akhir sesi meskipun lebih rendah dari perdagangan sehari sebelumnya. Adapun transaksi asing kembali tercatat nett buy dari net buy Rp389,77 miliar menjadi net buy Rp260,85 miliar.
Kepala Riset PT Woori Korindo Securities Reza Priyambada mengatakan, hammer di atas area middle bollinger band (MBB). MACD masih terbatas kenaikannya dengan histogram positif yang mendatar. RSI, Stochastic, dan William’s %R masih tertahan kenaikannya.
Menurut dia, IHSG mencoba bertahan di zona hijau, namun masih diperlukannya dukungan untuk mempertahankan posisinya.
"Jika positifnya laju bursa saham global tidak dimanfaatkan untuk profit taking massif, maka IHSG pun masih berkesempatan untuk kembali menguat," kata dia, Kamis (27/11/2014).
Dia memprediksi, IHSG akan berada pada rentang support 5.095-5.100 dan resisten 5.141-5.148. Sementara laju IHSG kemarin sempat menyentuh target resisten 5.131-5.151 dan berhasil bertahan di kisaran tersebut dan sempat menyentuh area target support 5.097-5.107.
Adapun penurunan yang sempat terjadi lebih banyak dipengaruhi aksi profit taking sementara. IHSG kemarin berhasil menguat karena didukung oleh aksi beli.
Positifnya sejumlah laju bursa saham Asia meski di penutupan bursa saham AS cenderung melemah, memberikan sentimen positif bagi IHSG. Padahal di awal perdagangan laju IHSG cenderung melemah seiring dengan aksi jual pelaku pasar.
"Tetapi, tidak adanya sentimen negatif signifikan di pasar membuat pelaku pasar kembali memanfaatkan pelemahan sebelumnya untuk kembali mengakumulasi, sehingga membuat IHSG mampu bergerak naik bertahap," ujarnya.
Transaksi asing yang di awal sempat nett sell kembali catatkan nett buy hingga akhir sesi meskipun lebih rendah dari perdagangan sehari sebelumnya. Adapun transaksi asing kembali tercatat nett buy dari net buy Rp389,77 miliar menjadi net buy Rp260,85 miliar.
(rna)
Lihat Juga :