Wall Street Berakhir di Rekor Baru Dipicu Sektor Teknologi

Kamis, 27 November 2014 - 08:56 WIB
Wall Street Berakhir...
Wall Street Berakhir di Rekor Baru Dipicu Sektor Teknologi
A A A
NEW YORK - Indeks saham di Wall Street pada perdagangan Rabu waktu setempat berakhir menguat didukung saham sektor teknologi. Indeks S&P 500 dan Dow ditutup pada rekor baru.

Saham Hewlett-Packard, Apple dan produsen chip berada di antara yang mengalami penguatan terbesar, dengan indeks semikonduktor PHLX ditutup naik 2,1% ke level tertinggi sejak Juni 2001.

Saham Analog Devices melonjak 5,5% menjadi USD54,56, dan Hewlett-Packard naik 4,1% menjadi USD39,16. Sedangkan saham Apple memimpin kenaikan di indeks S&P 500, meningkat 1,2% menjadi USD119.

Pasar saham Amerika Serikat (AS) akan ditutup pada Kamis karena perayaan Thanksgiving, sementara perdagangan Jumat hanya setengah hari.

Belanja konsumen AS naik pada Oktober dan produksi bisnis turun untuk bulan kedua berturut-turut, tapi kepercayaan konsumen mendekati level tertinggi sejak 7,5 tahun terakhir, yang menunjukkan ekonomi masih tangguh dalam menghadapi turunnya permintaan global.

"Ada keseimbangan, data ekonomi masih mendukung kenaikan yang wajar dalam perekonomian," kata Wakil Kepala Investasi di OakBrook Investment Peter Jankovskis seperti dilansir dari Reuters, Kamis (27/11/2014).

Dia mengatakan, optimisme belanja liburan menjadi pendorong kenaikan saham produsen chip. "Penjualan PC sempat melemah dan mungkin ada beberapa harapan kita untuk melihatnya naik," imbuhnya.

Dow Jones Industrial Average ditutup naik 12,81 poin atau 0,07% ke 17.827,75; indeks S&P 500 naik 5,8 poin atau 0,28% ke 2.072,83; dan Nasdaq bertambah 29,07 poin atau 0,61% ke 4.787,32.

Sementara sektor energi mengalami koreksi terdalam. Sektor energi di indeks S&P turun 1,1% karena anjloknya harga minyak mentah setelah OPEC meningkatkan sinyal bahwa mereka akan menunda langkah untuk melakukan pemangkasan produksi oleh anggota utama pada pekan ini. Saham Seadrill AS diperdagangkan anjlok 22,8% menjadi USD15,99.

Perdagangan relatif ringan, dengan 4,8 miliar saham ditransaksikan, menurun dibandingkan rata-rata harian bulan ini sekitar 6,3 miliar.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Bangkit...
Wall Street Bangkit Ditopang Dua Raksasa Teknologi
Ditopang Saham-saham...
Ditopang Saham-saham Bank, Wall Street Dibuka Naik
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Berita Terkini
Asabri Dorong Transformasi...
Asabri Dorong Transformasi Layanan Berbasis ESG, Kepuasan Peserta Capai 96,03%
1 jam yang lalu
Distribusi BBM di Kota...
Distribusi BBM di Kota Medan Makin Lancar, Antrean di SPBU Mulai Normal
2 jam yang lalu
Jebakan Ilusi PDB, Mantan...
Jebakan Ilusi PDB, Mantan Menkeu Fuad Bawazier Ungkap Fakta di Balik Utang RI Rp8.000 Triliun
2 jam yang lalu
AKPY-BPDP Latih Pekebun...
AKPY-BPDP Latih Pekebun Sawit di Paser Tingkatkan Nilai Jual TBS
2 jam yang lalu
Minat Berkurang, Harga...
Minat Berkurang, Harga Patokan Ekspor Emas Turun di Periode Juli 2026
4 jam yang lalu
Mendorong Penerapan...
Mendorong Penerapan Ekonomi Sirkular di Industri Sawit
5 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved