Rusia Berniat Bangun PLTN, BP Batam Kroscek ke ESDM

Selasa, 02 Desember 2014 - 01:21 WIB
Rusia Berniat Bangun PLTN, BP Batam Kroscek ke ESDM
Rusia Berniat Bangun PLTN, BP Batam Kroscek ke ESDM
A A A
BATAM - Meski Rusia sudah resmi menyatakan siap membangun pembangkit listrik tenaga nuklir di Batam, keputusan terkait dengan tekad itu masih harus menunggu penyesuaian dalam rencana umum ketenagalistrikan nasional (RUKN).

Kasubdit Humas dan Publikasi BP Batam Ilham Eka Hartawan mengatakan pihaknya sudah mengetahui rencana Rusia melalui Rosatom yang siap membangun PLTN di kawasan perdagangan bebas ini.

Pihaknya juga sudah bertemu Direktur Pengembangan Bisnis Rosatom Anna Kudryavtseva di Gedung BP Batam pada September lalu sebelum akhirnya pihak Rusia bertemu Wapres Jusuf Kalla pada November lalu. BP Batam, lanjut Ilham, juga kemudian memastikan rencana Rosatom tersebut kepada Kementerian ESDM.

"Kementerian bilang dalam RUKN itu, nuklir memang masuk dalam pencadangan. Tapi bukan prioritas, jadi kajian Rosatom juga akan dikaji ulang oleh ESDM," ujarnya, Senin (1/12/2014).

Ilham menjelaskan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan akan memaksimalkan pemanfaatan energi terbarukan sebelum menggunakan energi nuklir untuk pembangkit listrik di Indonesia.

Dalam draf rencana umum ketenagalistrikan Nasional (RUKN) 2012-2031 kebijakan energi primer untuk pembangkit listrik dengan tegas disebutkan pemerintah saat ini akan fokus mengembangkan energi terbarukan seperti panas bumi, biomassa dan tenaga air. Hal itu dilakukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil yang cadangannya semakin menipis.

Artinya, pemanfaatan sumber energi baru seperti energi nuklir merupakan opsi terakhir setelah mengoptimalkan pemanfaatan potensi sumber energi terbarukan dan potensi sumber energi baru lainnya.

Ilham juga menilai kendala pembangunan PLTN jika terealisasi adalah penyesuaian dengan rencana tata ruang FTZ Batam yang belum mengakomodir pembangkit listrik nuklir.

"Tata ruang untuk nuklir belum kami siapkan. Masih menunggu kelanjutan pusat," kata dia.

Sebelumnya, Perusahaan energi Rusia, Rosatom telah bertemu Staf Ahli Kepala BP Batam Asroni Harahap pada 4 September lalu. Pertemuan itu menjadi momen bagi Rusia untuk menyatakan siap berinvestasi di bidang energi melalui PLTN.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
berita/ rendering in 0.1062 seconds (10.101#12.26)