Sinyal Ekonomi Dunia Melemah, Wall Street Terkoreksi
Selasa, 02 Desember 2014 - 09:04 WIB
Sinyal Ekonomi Dunia Melemah, Wall Street Terkoreksi
A
A
A
NEW YORK - Indeks saham di Wall Street pada perdagangan Senin waktu setempat berakhir terkoreksi karena terimbas sinyal melemahnya data ekonomi di seluruh dunia dan lemahnya musim belanja liburan.
Indeks S&P 500 mengalami penurunan terbesar satu hari dalam lebih dari satu bulan. Delapan dari 10 sektor di indeks S&P mengalami penurunan. Sektor industri mengalami penurunan terbesar, tertekan melambatnya permintaan manufaktur.
Menurut Markit, pertumbuhan sektor manufaktur di Amerika Serikat (AS) melambat untuk bulan ketiga berturut-turut pada November, melambat ke level paling lemah sejak Januari 2014. Laporan Institute for Supply Management (ISM) juga menunjukkan terjadi perlambatan pertumbuhan, meski lebih kuat dari estimasi.
Sementara pertumbuhan manufaktur di Asia dan Eropa melemah bulan lalu karena diskon harga gagal mendongkrak permintaan. Saham General Electric Co (GE.N) turun 1,8% menjadi USD26,02.
Sementara saham yang mengalami koreksi terdalam adalah Apple Inc. (AAPL.O), yang jatuh 3,2% menjadi USD115,07, penurunan satu hari terbesar sejak September.
"Kami sedang menyaksikan pertumbuhan ekonomi, terutama di luar Amerika Serikat," kata Senior Strategi di Premier Wealth/First Allied Securities Mark Martiak seperti dilansir dari Reuters, Selasa (2/12/2014).
Menurut data kelompok industri yang dirilis pekan lalu, pembeli rata-rata pada liburan awal dan belanja online selama akhir pekan Thanksgiving sekitar 6,4% atau lebih sedikit dari tahun lalu. Sektor retail di indeks S&P jatuh 1,5%, sedangkan saham Target Corp (TGT.N) kehilangan 1,7% menjadi USD72,75.
Indeks Dow Jones Industrial Average turun 51,44 poin, atau 0,29% ke 17.776,9; indeks S&P 500 tergerus 14,12 poin atau 0,68% ke 2.053,44; dan Nasdaq Composite turun 64,28 poin atau 1,34% ke 4.727,35.
Indeks S&P 500 mengalami penurunan terbesar satu hari dalam lebih dari satu bulan. Delapan dari 10 sektor di indeks S&P mengalami penurunan. Sektor industri mengalami penurunan terbesar, tertekan melambatnya permintaan manufaktur.
Menurut Markit, pertumbuhan sektor manufaktur di Amerika Serikat (AS) melambat untuk bulan ketiga berturut-turut pada November, melambat ke level paling lemah sejak Januari 2014. Laporan Institute for Supply Management (ISM) juga menunjukkan terjadi perlambatan pertumbuhan, meski lebih kuat dari estimasi.
Sementara pertumbuhan manufaktur di Asia dan Eropa melemah bulan lalu karena diskon harga gagal mendongkrak permintaan. Saham General Electric Co (GE.N) turun 1,8% menjadi USD26,02.
Sementara saham yang mengalami koreksi terdalam adalah Apple Inc. (AAPL.O), yang jatuh 3,2% menjadi USD115,07, penurunan satu hari terbesar sejak September.
"Kami sedang menyaksikan pertumbuhan ekonomi, terutama di luar Amerika Serikat," kata Senior Strategi di Premier Wealth/First Allied Securities Mark Martiak seperti dilansir dari Reuters, Selasa (2/12/2014).
Menurut data kelompok industri yang dirilis pekan lalu, pembeli rata-rata pada liburan awal dan belanja online selama akhir pekan Thanksgiving sekitar 6,4% atau lebih sedikit dari tahun lalu. Sektor retail di indeks S&P jatuh 1,5%, sedangkan saham Target Corp (TGT.N) kehilangan 1,7% menjadi USD72,75.
Indeks Dow Jones Industrial Average turun 51,44 poin, atau 0,29% ke 17.776,9; indeks S&P 500 tergerus 14,12 poin atau 0,68% ke 2.053,44; dan Nasdaq Composite turun 64,28 poin atau 1,34% ke 4.727,35.
(rna)
Lihat Juga :