Reksa Dana Saham Beri Return 25,82%

Kamis, 04 Desember 2014 - 15:41 WIB
Reksa Dana Saham Beri...
Reksa Dana Saham Beri Return 25,82%
A A A
JAKARTA - Kinerja rata-rata reksa dana saham dari sisi imbal hasil (return) yang diberikan sepanjang 11 bulan di tahun ini di atas kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Berdasarkan data PT Infovesta Utama, IHSG hingga November memberikan return sebesar 20,49%, sedangkan reksa dana saham mencapai 25,82%. Return tersebut tertinggi dibanding reksa dana campuran, yang memberikan return 15,66%, dan reksa dana pendapatan tetap sebesar 7,81%.

Riset analis PT Infovesta Utama Yosua Zisokhi mengatakan, reksa dana saham hingga November masih memberikan return tertinggi dibanding reksa dana lain karena didukung kinerja pasar saham sepanjang tahun ini yang membukukan kenaikan lebih dari 20%.

"Sedangkan pasar obligasi, baik SUN (Surat Utang Negara) maupun korporasi, yang tercermin dalam Infovesta Government Bond Index dan Infovesta Corporate Bond Index hanya mampu memberikan return kurang dari 10%," kata dia kepada Sindonews, Kamis (4/12/2014).

Adapun Infovesta Government Bond Index memberikan return 6,38%, dan Infovesta Corporate Bond Index memberi return 5,84% hingga akhir November 2014.

Sementara itu, kinerja reksa dana 11 bulan ini dibanding periode yang sama tahun lalu jauh lebih baik. Pada periode yang sama tahun lalu, return IHSG maupun reksa dana tercatat minus.

"Dibandingkan tahun lalu, pada periode yang sama, kinerja IHSG dan reksa dana cukup baik dengan memberikan return positif. Sedangkan pada tahun lalu, rata-rata reksa dana dan IHSG berkinerja negatif," tutur dia.

Kinerja IHSG sepanjang 11 bulan tahun lalu minus 1,40%, reksa dana saham minus 3,79%, reksa dana campuran minus 1,60%, dan reksa dana pendapatan mencatat kinerja terburuk dengan minus 5,46%.

Menurut Yosua melonjaknya kinerja IHSG dan reksa dana karena membaiknya pasar keuangan Indonesia pada tahun ini dibanding tahun lalu.

"Pasar keuangan Indonesia pada bulan November mengalami kenaikan didukung sentimen adanya kepastian kenaikan subsidi BBM oleh pemerintah yang membuat anggaran negara menjadi lebih sehat," ujar dia.

Hal itu, dia menambahkan, membuat aliran dana asing kembali masuk pada pasar saham dan obligasi. Sementara faktor pendorong dari luar negeri yang membuat pasar kembali bergairah, yakni stimulus Jepang dan China untuk mendongkrak perekonomian dan rencana pemberian stimulus dari Bank sentral Eropa.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Mantan Bos Bursa Minta...
Mantan Bos Bursa Minta OJK Usut Tuntas Kasus Nasabah Minna Padi
Wujudkan Masyarakat...
Wujudkan Masyarakat Indonesia Merdeka Finansial, STAR Asset Management dan DANA Hadirkan Investasi Reksa Dana
Kolaborasi Perkuat Akses...
Kolaborasi Perkuat Akses Reksa Dana Global Syariah Berbasis USD
Distribusikan Reksadana...
Distribusikan Reksadana Pilihan, Principal Indonesia Gandeng Standard Chartered Indonesia
Kurang dari Tiga Tahun,...
Kurang dari Tiga Tahun, Jumlah Investor Reksa Dana Meningkat 39%
Kesalahan Investor Pemula...
Kesalahan Investor Pemula Saat Berinvestasi Reksa Dana
Berita Terkini
PLN EPI Tawarkan Kontrak...
PLN EPI Tawarkan Kontrak hingga 5 Tahun untuk Pemasok Biomassa
17 menit yang lalu
Ancaman Blokade Laut...
Ancaman Blokade Laut Merah, Asia Nego Arab Saudi Alihkan Rute Tanker Minyak ke Afrika
37 menit yang lalu
Ada Perusahaan Menolak...
Ada Perusahaan Menolak Didata Sensus Ekonomi 2026, Siap-siap! Dibina Kemenperin
41 menit yang lalu
Kemitraan untuk Meningkatkan...
Kemitraan untuk Meningkatkan Kualitas Layanan buat Nasabah
45 menit yang lalu
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen Komitmen Dukung Ekonomi Nasabah Pensiunan lewat Toko Aice Manado
1 jam yang lalu
Dirut Pertamina Patra...
Dirut Pertamina Patra Niaga Pastikan Layanan SPBU di Palembang Optimal
1 jam yang lalu
Infografis
Donald Trump Minta 50%...
Donald Trump Minta 50% Saham TikTok untuk Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved