Ini Sentimen Positif Agar Saham BUMI Membaik
Sabtu, 06 Desember 2014 - 01:06 WIB
Ini Sentimen Positif Agar Saham BUMI Membaik
A
A
A
BANDUNG - Ketua Umum Asosiasi Analis Efek Indonesia Haryajit Ramelan mengatakan, ada beberapa sentimen positif yang memungkinkan salah satu saham grup Bakrie yaitu PT Bumi Resource Tbk (BUMI) membaik.
"Investor akan melihat seperti apa corporate action perusahaan kedepannya? Agar investor meyakini bisnis itu bagus. Bagi kita atau investor ada rencana apa dari behind-nya (pemilik) sendiri bukan manajemen. Plan apa dari ownernya? Saya lihat freeplot-nya terlalu besar yang menyebabkan harga jadi murah," ujarnya dalam acara Sarasehan Wartawan Pasar Modal di Bandung, Jawa Barat (5/11/2014).
Dia mengatakan, jika tidak ada rencana yang bagus kedepannya akan membuat investor menjadi pesimis.
"Sejauh tidak ada plan sama sekali dari ownernya akan dipandang skeptis oleh investor. Kalau untuk utang, dibalik kinerja yang namanya utang itu biasa tapi bagaimana melihat rasio utangnya tersebut bagaimana. Kalo ada restrukturisasi lagi akan ada impact positif, tapi kan tidak ada. Jadi perbaiki kinerja ini perusahaan saat ini untuk meyakinkan investor," katanya.
Dia menambahkan, pergantian manajemen direksi pun belum tentu akan meningkatkan kinerja perusahaan kedepannya.
"Mengganti direksi sehebat apapun tidak pengaruh jika masih ada intervensi dari pemiliknya. Kalau sudah perusahaan terbuka harus ditangani oleh manajemen tanpa intervensi pemilik. Yang saya lihat perusahaan di Indonesia yang dipegang keluarga memang begitu," pungkasnya.
"Investor akan melihat seperti apa corporate action perusahaan kedepannya? Agar investor meyakini bisnis itu bagus. Bagi kita atau investor ada rencana apa dari behind-nya (pemilik) sendiri bukan manajemen. Plan apa dari ownernya? Saya lihat freeplot-nya terlalu besar yang menyebabkan harga jadi murah," ujarnya dalam acara Sarasehan Wartawan Pasar Modal di Bandung, Jawa Barat (5/11/2014).
Dia mengatakan, jika tidak ada rencana yang bagus kedepannya akan membuat investor menjadi pesimis.
"Sejauh tidak ada plan sama sekali dari ownernya akan dipandang skeptis oleh investor. Kalau untuk utang, dibalik kinerja yang namanya utang itu biasa tapi bagaimana melihat rasio utangnya tersebut bagaimana. Kalo ada restrukturisasi lagi akan ada impact positif, tapi kan tidak ada. Jadi perbaiki kinerja ini perusahaan saat ini untuk meyakinkan investor," katanya.
Dia menambahkan, pergantian manajemen direksi pun belum tentu akan meningkatkan kinerja perusahaan kedepannya.
"Mengganti direksi sehebat apapun tidak pengaruh jika masih ada intervensi dari pemiliknya. Kalau sudah perusahaan terbuka harus ditangani oleh manajemen tanpa intervensi pemilik. Yang saya lihat perusahaan di Indonesia yang dipegang keluarga memang begitu," pungkasnya.
(gpr)
Lihat Juga :