Harga Cabai di Manado Tembus Rp160 Ribu/Kg
Selasa, 09 Desember 2014 - 15:38 WIB
Harga Cabai di Manado Tembus Rp160 Ribu/Kg
A
A
A
MANADO - Harga cabai di Manado, Sulawesi Utara (Sulut) semakin naik hingga menembus Rp160 ribu per kg. Kondisi ini membuat cabai sebagai salah satu pemicu utama inflasi di daerah ini.
"Tak menutup kemungkinan Desember ini. Cabai tetap menjadi pemicu inflasi di antara komoditas lainnya. Pasalnya harga cabai rawit pada Desember ini sudah menyentuh harga Rp160.000/kg, dari harga normalnya Rp25.000-Rp35.000/kg," ujar Kepala BPS Sulut Faizal Anwar, Selasa, (9/12/2014).
Yati Ibrahim, penjual bawang, rica, tomat (barito) di Pasar Bersehati mengungkapkan, sudah sebulan ini pasokan lokal cabai dari Gorontalo kosong.
Akibatnya, cabai pun terpaksa diambil dari beberapa daerah seperti Ternate, Mataram, Surabaya, dan Makassar.
"Hal ini yang membuat harga cabai rawit melangit. Apalagi warga Manado dan sekitarnya, cabai sudah menjadi makanan pokok pendamping lauk dan nasi. Tanpa cabai, makan itu terasa hampa," jelasnya.
Harga cabai rawit saat ini mulai turun menjadi Rp120 ribu per kg dari dua hari lalu sebesar Rp160.000 per kg. "Jika pasokan besok berkurang, harga bisa naik seperti dua hari lalu, bahkan lebih. Itu bukan hal yang mustahil, karena cabai sudah menjadi bahan pokok utama warga," terang dia.
Sementara, Ketua Regu Penampung Barito Pasar Tradisional Manado Sardin Mootabu mengatakan, memang saat ini pasokan cabai masih mengandalkan daerah lain.
"Cabai rawit Gorontalo panennya masih lesu akibat cuaca. Diperkirakan pertengahan Desember dan paling lambat awal tahun, pasokan sudah normal," ungkapnya.
Sementara, harga bumbu dapur lainnya terpantau masih normal. Bawang merah dan putih dibanderol Rp24.000/kg, tomat Rp8.000/kg, cabai kriting bertahan di Rp80.000 dari sebelumnya dilevel Rp40.000/kg.
"Tak menutup kemungkinan Desember ini. Cabai tetap menjadi pemicu inflasi di antara komoditas lainnya. Pasalnya harga cabai rawit pada Desember ini sudah menyentuh harga Rp160.000/kg, dari harga normalnya Rp25.000-Rp35.000/kg," ujar Kepala BPS Sulut Faizal Anwar, Selasa, (9/12/2014).
Yati Ibrahim, penjual bawang, rica, tomat (barito) di Pasar Bersehati mengungkapkan, sudah sebulan ini pasokan lokal cabai dari Gorontalo kosong.
Akibatnya, cabai pun terpaksa diambil dari beberapa daerah seperti Ternate, Mataram, Surabaya, dan Makassar.
"Hal ini yang membuat harga cabai rawit melangit. Apalagi warga Manado dan sekitarnya, cabai sudah menjadi makanan pokok pendamping lauk dan nasi. Tanpa cabai, makan itu terasa hampa," jelasnya.
Harga cabai rawit saat ini mulai turun menjadi Rp120 ribu per kg dari dua hari lalu sebesar Rp160.000 per kg. "Jika pasokan besok berkurang, harga bisa naik seperti dua hari lalu, bahkan lebih. Itu bukan hal yang mustahil, karena cabai sudah menjadi bahan pokok utama warga," terang dia.
Sementara, Ketua Regu Penampung Barito Pasar Tradisional Manado Sardin Mootabu mengatakan, memang saat ini pasokan cabai masih mengandalkan daerah lain.
"Cabai rawit Gorontalo panennya masih lesu akibat cuaca. Diperkirakan pertengahan Desember dan paling lambat awal tahun, pasokan sudah normal," ungkapnya.
Sementara, harga bumbu dapur lainnya terpantau masih normal. Bawang merah dan putih dibanderol Rp24.000/kg, tomat Rp8.000/kg, cabai kriting bertahan di Rp80.000 dari sebelumnya dilevel Rp40.000/kg.
(izz)
Lihat Juga :