PLTS Terangi Wilayah Wisata di Lombok

Selasa, 09 Desember 2014 - 19:44 WIB
PLTS Terangi Wilayah...
PLTS Terangi Wilayah Wisata di Lombok
A A A
LOMBOK - PT PLN (persero) menegaskan guna menerangi wilayah wisata utama di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) perseroan mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Manajer Sektor Pembangkitan PLN NTB Ahadi mengatakan terdapat tiga kawasan wisata utama di NTB diantaranya Gili Air, Gili Meno, dan Gili Terawangan. Ke tiga tempat ini tidak lagi diterangi dengan menggunakan pembangkit bahan bakar minyak namun di suplai dengan PLTS.

"Total terpasang PLTS mencapai 820 kilowatt peak (kwp)," kata dia, saat dijumpai di PLTS Gili Meno, Lombok, Mataram NTB, Selasa (9/12/2014).

Menurut dia, tiga pulau tujuan para wisatawan asing ini hanya bisa diterangi dengan PLTS tidak bisa menggunakan tenaga angin. Hal itu lantaran angin di pulau ini tidak konstan.

"Masing-masing pulau mempunyai satu PLTS. Untuk Gili Air kapasitas 160 kwp, PLTS Gili Meno 60 kwp dan PLTS Gili Terawangan 600 kwp," jelasnya.

Ahadi menjelaskan, ke tiga pembangkit ini hanya beroperasi pagi sampai pukul 16.00 WITA tidak bisa menerangi hingga malam hari. Sedangkan untuk malam hari hingga pagi hari pasokan listriknya di peroleh dari jaringan kabel bawah laut dengan total panjang 46,5 kilometer.

"Kenapa tidak bisa sampai malam, karena tidak ada penyimpanan batere. Sehingga listrik harus diambil dari Lombok," katanya.

Dia mengatakan PLTS ini merupakan upaya PLN untuk mengurangi penggunaan BBM pembangkit (Pembangkit Listrik Tenaga Diesel/PLTD). Lantaran jika terus menggunakan PLTD di tiga pulau ini biaya sangat mahal.

"Jika menggunakan PLTD biaya pengangkutan mahal sekali untuk memenuhi tiga pulau ini. Maka dari itu sejak 2012 dikembangkan PLTS," ungkap dia.

Dikatakan Ahadi untuk kabel bawah laut mampu menyalurkan daya hingga 7 megawatt (mw). Namun daya yang dibutuhkan untuk tiga pulau tersebut hanya 6 mw.

Diketahui, kabel bawah laut dari terpusat di Tanjung Sire membentang hingga Gili Air dengan saluran udara tegangan menengah 20 kilovolt (kv) yang membelah pulau tersebut. Saluran udara itu menuju landing Air II yang kemudian menuju dasar laut ke arah Gili Meno.

Hal yang sama berlaku ketika kabel laut menuju Gili Meno akan sampai titik Landing Meno I. Dari titik tersebut arus listrik disalurkan melalui kabel tegangan menengah menuju landing Meno II. Dari titik itu, kabel menuju ke Gili Terawangan melalui dasar laut. "Kabel laut ini buatan Korea. Sekitar pertengahan 2012 sudah terkoneksi semua," ujarnya.

Dia menerangkan, beban puncak di Gili Air sebesar 1 megawatt (mw) sedangkan untuk Gili Meno juga mencapai 1 mw. Sementara untu wilayaj Gili Terawangan sebesar 4,5 mw.

"Dulu kami menggunakan pembangkit berbahan bakar minyak di masing-masing pulau. Tapi sekarang tidak lagi semenjak ada koneksi bawah laut," tuturnya.

Terkait pembangkitan menggunakan BBM General Manajer PLN NTB Dwi Kusnanto menambahkan, konsumsi rata-rata BBM untuk PLTD di Lombok 800.000 kl per hari. Secara kesuluruhan di NTB konsumsi BBM PLTD mencapai 1000 kl.

"Memang di NTB termasuk salah satu penyumbang terbesar konsumsi BBM. Non BBM 1x25 mw," kata dia.

Berdasarkan data PLN Wilayah NTB konsumsi BBM pembangkit sebesar 88%, MFO 15%, HSD 71%, Biodiesel 1%, Air dan Surya 3% Non BBM 14%.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Industri Diajak Bergerak...
Industri Diajak Bergerak Cepat Adopsi Energi Surya
Tarik Investasi PLTS...
Tarik Investasi PLTS Atap, Pemerintah Selaraskan Regulasi
PLTS Untuk Energi Bersih
PLTS Untuk Energi Bersih
PLTS Atap Mulai Dibangun,...
PLTS Atap Mulai Dibangun, PLN Kantongi Izin 5.746 MW hingga 2028
Pemanfaatan PLTS Atap...
Pemanfaatan PLTS Atap untuk Mengurangi Emisi Karbon
Dorong Energi Bersih,...
Dorong Energi Bersih, ABCPI Pasang PLTS Atap di Pabrik Karawang
Berita Terkini
Pemerintah Akan Turunkan...
Pemerintah Akan Turunkan Harga Gas Industri Senin Besok, Said Iqbal: Mitigasi PHK Massal
24 menit yang lalu
IHSG Pekan Depan Diprediksi...
IHSG Pekan Depan Diprediksi Rawan Koreksi, Bakal Menguji Level 5.723-5.784
50 menit yang lalu
Ancaman PHK Masih Mengintai,...
Ancaman PHK Masih Mengintai, Said Iqbal: Dipicu Kenaikan Harga BBM dan Relokasi Pabrik
1 jam yang lalu
Prabowo Targetkan Pangkas...
Prabowo Targetkan Pangkas 1.000 BUMN Jadi Tinggal Tersisa 250
4 jam yang lalu
Pahami Prosedur Pemisahan...
Pahami Prosedur Pemisahan dah Pecah Sertifikat Tanah, Berikut Syaratnya
4 jam yang lalu
Potongan Aplikator 8%...
Potongan Aplikator 8% Hanya untuk Ojol Bukan Taksi Online, Begini Kata Menhub
5 jam yang lalu
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved