Emirsyah: Saya Tak Menyangka Garuda Bisa di Titik Ini
Kamis, 11 Desember 2014 - 18:33 WIB
Emirsyah: Saya Tak Menyangka Garuda Bisa di Titik Ini
A
A
A
JAKARTA - Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk Emirsyah Satar mengaku tidak menyangka, perseroan bisa sampai di titik kesuksesan seperti sekarang ini.
Dia menyebutkan, perusahaan pelat merah aviasi ini mampu menembus peringkat ketujuh dunia untuk maskapai penerbangan terbaik.
"Saya rasa apa yang dicapai oleh Garuda, semua insan di Garuda, hal-hal internasional pun tidak menyangka ya kita bisa sampai di titik ini. Sekarang ini kalau kita lihat airlines kita nomor 7 di dunia. Kita baru mendapatkan the best crew," ujar dia di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (11/12/2014).
Kendati demikian, Emir mengakui bahwa jumlah pesawat Garuda, meskipun terbilang banyak, namun masih kalah dibandingkan negara lain.
"Tapi bayangkan marketnya (Garuda) adalah yang paling besar di Indonesia," tambahnya.
Dia melanjutkan, Indonesia pada 2030 mendatang diprediksi akan menjadi negara ekonomi nomor tujuh di dunia. Hal tersebut pun mempengaruhi tingkat kemakmuran rakyat, yang juga berimplikasi pada pemilihan moda transportasi yang praktis dan efisien.
"Makin makmur rakyat pasti ingin terbang tidak mau moda transfortasi yang lain, sehingga Garuda harus menyiapkan. Kita di manajemen investasi agar kesinambungan growth berjalan terus," tandasnya.
(Baca: Pengunduran Diri Emirsyah Dapat Dukungan Penuh Rini)
Dia menyebutkan, perusahaan pelat merah aviasi ini mampu menembus peringkat ketujuh dunia untuk maskapai penerbangan terbaik.
"Saya rasa apa yang dicapai oleh Garuda, semua insan di Garuda, hal-hal internasional pun tidak menyangka ya kita bisa sampai di titik ini. Sekarang ini kalau kita lihat airlines kita nomor 7 di dunia. Kita baru mendapatkan the best crew," ujar dia di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (11/12/2014).
Kendati demikian, Emir mengakui bahwa jumlah pesawat Garuda, meskipun terbilang banyak, namun masih kalah dibandingkan negara lain.
"Tapi bayangkan marketnya (Garuda) adalah yang paling besar di Indonesia," tambahnya.
Dia melanjutkan, Indonesia pada 2030 mendatang diprediksi akan menjadi negara ekonomi nomor tujuh di dunia. Hal tersebut pun mempengaruhi tingkat kemakmuran rakyat, yang juga berimplikasi pada pemilihan moda transportasi yang praktis dan efisien.
"Makin makmur rakyat pasti ingin terbang tidak mau moda transfortasi yang lain, sehingga Garuda harus menyiapkan. Kita di manajemen investasi agar kesinambungan growth berjalan terus," tandasnya.
(Baca: Pengunduran Diri Emirsyah Dapat Dukungan Penuh Rini)
(gpr)
Lihat Juga :