Emirsyah Pastikan Tak Ada Paksaan Mundur
Kamis, 11 Desember 2014 - 18:44 WIB
Emirsyah Pastikan Tak Ada Paksaan Mundur
A
A
A
JAKARTA - Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk Emirsyah Satar memastikan, tidak ada paksaan dari pihak manapun mengenai pengunduran dirinya sebagai orang nomor satu di BUMN aviasi tersebut.
Seperti diketahui, Emirsyah telah mengajukan pengunduran diri dari jabatan yang telah diembannya hampir sepuluh tahun, pada 8 Desember 2014 lalu.
"Enggak ada (paksaan). Ingat enggak sejak zaman Pak Dahlan dulu, saya sudah katakan juga kan (mundur). Ya sama saja," ujar dia di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (11/12/2014).
Mengenai rencana selanjutnya setelah lengser, Emirsyah mengaku belum memiliki rencana apapun. Dia juga membantah mengenai isu yang mengatakan, dirinya akan ditarik ke organisasi penerbangan luar negeri.
"Ah Kata siapa (organisasi penerbangan luar negeri)? Saya mau tarik nafas dulu," tegasnya.
Emirsyah juga menegaskan, dirinya tidak ingin berkomentar mengenai isu yang menyatakan bos Citilink, Arif Wibowo yang akan menggantikannya jadi bos di Garuda.
"Saya enggak mau komentar (Arif Wibowo). Itu hak preogratif pemegang saham," tutupnya.
(Baca: Emirsyah: Saya Tak Menyangka Garuda Bisa di Titik Ini)
Seperti diketahui, Emirsyah telah mengajukan pengunduran diri dari jabatan yang telah diembannya hampir sepuluh tahun, pada 8 Desember 2014 lalu.
"Enggak ada (paksaan). Ingat enggak sejak zaman Pak Dahlan dulu, saya sudah katakan juga kan (mundur). Ya sama saja," ujar dia di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (11/12/2014).
Mengenai rencana selanjutnya setelah lengser, Emirsyah mengaku belum memiliki rencana apapun. Dia juga membantah mengenai isu yang mengatakan, dirinya akan ditarik ke organisasi penerbangan luar negeri.
"Ah Kata siapa (organisasi penerbangan luar negeri)? Saya mau tarik nafas dulu," tegasnya.
Emirsyah juga menegaskan, dirinya tidak ingin berkomentar mengenai isu yang menyatakan bos Citilink, Arif Wibowo yang akan menggantikannya jadi bos di Garuda.
"Saya enggak mau komentar (Arif Wibowo). Itu hak preogratif pemegang saham," tutupnya.
(Baca: Emirsyah: Saya Tak Menyangka Garuda Bisa di Titik Ini)
(gpr)
Lihat Juga :