Rupiah Dibuka Terjungkal ke Rp12.600/USD

Senin, 15 Desember 2014 - 10:14 WIB
Rupiah Dibuka Terjungkal...
Rupiah Dibuka Terjungkal ke Rp12.600/USD
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan awal pekan ini dibuka terjungkal ke Rp12.600 per USD seiring terkoreksinya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp12.599 per USD. Posisi ini mterjungkal 167 poin dibanding posisi penutupan hari sebelumnya Rp12.432 per USD.

Data Yahoofinance mencatat mata uang domestik hari ini pada level Rp12.626 per USD. Posisi tersebut anjlok 163 poin dibanding posisi penutupan hari sebelumnya di Rp12.463 per uSD.

Data Sindonews bersumber dari Limas menunjukkan bahwa rupiah hari ini Rp12.648 per USD. Posisi itu merosot 177 poin dibanding perdagangan sebelumnya di level Rp12.471 per USD.

Nilai tukar rupiah berdasarkan data Bloomberg hari ini dibuka pada level Rp12.550 per USD. Posisi tersebut terdepresiasi 83 poin dibanding penutupan akhir pekan lalu di level Rp12.467 per USD.

Kepala Riset PT Woori Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, cenderung positifnya laju USD membuat nilai tukar rupiah kembali terdepresiasi.

"Di sisi lain, belum adanya sentimen positif terhadap laju rupiah dan sikap tenang yang ditunjukkan oleh Bank Indonesia (BI), sehingga menimbulkan persepsi di kalangan pelaku pasar bahwa seolah-olah BI menyetujui pelemahan tersebut karena dianggap sudah sesuai dengan fundamental ekonomi Indonesia," kata dia, Senin (15/12/2014).

Dengan pernyataan tersebut, menurut dia, pelaku pasar juga berpandangan bahwa fundamental ekonomi Indonesia sedang kurang baik, sehingga rupiah melemah.

"Laju rupiah pun meet the target dari perkiraan kami untuk tahun 2014 dengan pelemahan hingga ke 12.400. Sementara, outlook kami di tahun depan, jika rupiah dibiarkan melemah maka akan mendekati level 12.600," ujar dia.

Dia memprediksi, laju rupiah berada di bawah target level support 12.342. Belum adanya sentimen maupun berita positif membuat laju rupiah diperkirakan dapat melanjutkan pergerakan negatifnya.

Sementara IHSG pagi ini dibuka melemah karena aksi ambil untung (profit taking) dan seiring melemahnya bursa Asia. IHSG anjlok 38,65 poin atau 0,75% ke level 5.121,78.

(Baca: Rupiah Diproyeksi Sulit Menguat Tanpa Intervensi BI)
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Dari Medan hingga Jakarta,...
Dari Medan hingga Jakarta, Keseruan Nobar Piala Dunia 2026 Bersama BRI Satukan Kita!
36 menit yang lalu
Jaga Pasokan BBM di...
Jaga Pasokan BBM di Sumut: Pertamina Tindak Mobil Tangki Nakal, Terminal dan SPBU Siaga 24 Jam
2 jam yang lalu
Daftar Saham Paling...
Daftar Saham Paling Cuan hingga Boncos dalam Sepekan saat IHSG Melejit 4,42 Persen
2 jam yang lalu
IHSG Kembali ke Level...
IHSG Kembali ke Level 6 Ribuan usai Melesat 4,24%, Kapitalisasi Pasar Jadi Rp10.749 Triliun
3 jam yang lalu
S&P Tahan RI Masih Investment...
S&P Tahan RI Masih Investment Grade, Fuad Bawazier Prediksi Ekonomi Bangkit 6 Bulan Lagi!
12 jam yang lalu
Transaksi Serba Digital,...
Transaksi Serba Digital, Pembelian Token Listrik Semakin Praktis
13 jam yang lalu
Infografis
Daftar Lengkap Pelatih...
Daftar Lengkap Pelatih Timnas Indonesia dari Masa ke Masa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved