Uji Makalah Calon Dirjen Pajak Dinilai Tak Transparan

Selasa, 16 Desember 2014 - 13:10 WIB
Uji Makalah Calon Dirjen...
Uji Makalah Calon Dirjen Pajak Dinilai Tak Transparan
A A A
JAKARTA - Direktur Eksekutif Centre for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Yustinus Prastowo menilai, proses uji makalah bagi para calon dirjen pajak tidak transparan.

Seperti diketahui, dari 20 calon yang mengikuti tahapan seleksi ini, hanya 11 calon yang dinyatakan lulus.

‎"Hanya terdapat dua hari, namun tidak ada parameter yang jelas dalam proses seleksi ini‎, mengapa 11 orang, bukan 14 orang dan seterusnya," terang dia di Galeri Cafe, Cikini, Jakarta, Selasa (16/12/2014).

Pihaknya berharap penilaian makalah ini bisa transparan, sehingga dirjen pajak terpilih akan lebih legitimate, karena isi makalah itu merupakan wujud masterplan para calon.

"Kita berharap fase tersisa bisa digunakan sebagai upaya menguji visi misi perserta‎, biar enggak memilih kucing dalam karung," terang Yustinus.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) sekaligus Ketua Panitia Seleksi Dirjen Pajak Mardiasmo mengungkapkan, proses seleksi sudah cukup baik.

"Saya juga dosen, menilai makalah cukup dua hari, namun dengan menggunakan pakem-pakemnya. Selain itu, proses penilaian dilakukan dalam beberapa fase. Jadi, kalau saya sembrono menilai, maka akan dikontrol reviewer selanjutnya. Sehingga kecil kemungkinan kesalahan dalam pemilihan makalah terbaik," jelasnya.

Dia mengatakan, ‎proses penilaian tersebut meliputi lima kriteria, yakni 40% untuk penilaian analisis, 40% penilaian kemanfaatan, kredibel, dan bisa dilaksanakan dengan transparan, 10% untuk supporting data, sementara masing-masing 5% untuk sistematika penulisan dan tata bahasa.

(Baca: Pemilihan Dirjen Pajak Dinilai Terburu-buru)
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ditjen Pajak Ungkap...
Ditjen Pajak Ungkap 59,3 Juta Wajib Pajak Sudah Padankan NIK Menjadi NPWP
Korupsi Ditjen Pajak,...
Korupsi Ditjen Pajak, Menkeu Bebas Tugaskan Pejabat Ditjen Pajak
Tiba di KPK, Kepala...
Tiba di KPK, Kepala Kantor Pajak Madya Jaktim Wahono Saputro Bungkam
Kasus Suap Pajak, Ditjen...
Kasus Suap Pajak, Ditjen Imigrasi Cegah 2 ASN Ditjen Pajak
Kanwil DJP Sulselbartra...
Kanwil DJP Sulselbartra Masifkan Kampanye Simpatik PPS
Perusahaan Pemungut...
Perusahaan Pemungut Pajak Digital Sudah Ditunjuk, Siapa Saja Mereka?
Berita Terkini
Defisit APBN Mei 2026...
Defisit APBN Mei 2026 Tembus Rp180,4 Triliun, Purbaya: Sangat Aman
30 menit yang lalu
Transaksi Digital Melonjak,...
Transaksi Digital Melonjak, Visa Tekankan Pentingnya Pengelolaan Risiko
55 menit yang lalu
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, BRI Dorong Sadar Budaya Kelola Sampah melalui Green Action BRI Peduli
1 jam yang lalu
Rupiah Ambruk Tembus...
Rupiah Ambruk Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Pengusaha Ritel Sport Jantung
1 jam yang lalu
Lindungi Konsumen, Pakar...
Lindungi Konsumen, Pakar UI Ingatkan Dampak Paparan BPA Galon Guna Ulang
1 jam yang lalu
IHSG Kembali Babak Belur...
IHSG Kembali Babak Belur Siang Ini, Nyungsep 2,53% ke 5.692
1 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved