Ruang Fiskal Lebih Lebar, Jokowi Minta Proyek Prioritas

Selasa, 16 Desember 2014 - 14:29 WIB
Ruang Fiskal Lebih Lebar,...
Ruang Fiskal Lebih Lebar, Jokowi Minta Proyek Prioritas
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginginkan adanya beberapa proyek yang menjadi prioritas sejak awal pemerintahannya, dapat dilakukan di 2015.

Seperti diketahui, ruang fiskal kabinet kerja pimpinan Jokowi lebih luas lantaran kebijakan realokasi subsidi bahan bakar minyak (BBM) yang dilakukan beberapa waktu lalu.

"Karena kita mendapatkan tambahan ruang fiskal belanja kita dari realokasi subsidi BBM, kemudian juga upaya kita untuk menaikkan penerimaan negara, maka Presiden menginginkan agar ada proyek-proyek yang sesuai prioritas harus dilakukan di 2015," ujar Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro di Jakarta, Selasa (16/12/2014).

Dia menjelaskan, selama ini yang menjadi masalah dalam birokrasi adalah penyerapan anggaran yang masih sangat kurang.

Contohnya, lanjut Bambang, pencapaian belanja modal sering tidak sesuai target dan hanya di bawah 80% dari total anggaran yang disiapkan.

"Padahal, yang akan ditambah secara signifikan dalam APBNP 2015 itu adalah belanja modal. Belanja modal memang diharapkan juga bisa membantu menciptakan pertumbuhan ekonomi," terang Bambang.

Sekadar informasi, pemerintah dalam Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan (RAPBNP) 2015 akan fokus pada infrastruktur prioritas, seperti pembangunan irigasi pertanian, proyek pekerjaan umum (PU), proyek infrastruktur kelautan, dan infrastruktur transportasi.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rapat Paripurna DPR...
Rapat Paripurna DPR Bahas Laporan Keuangan Pemerintah dan RAPBN 2026
Pidato Presiden Tentang...
Pidato Presiden Tentang APBN Tahun anggaran 2025 di Sidang Paripurna DPR
Banggar DPR Setujui...
Banggar DPR Setujui Postur Terbaru RAPBN 2026, Belanja Negara Naik Rp56,2 Triliun
Alokasi Dana Pendidikan...
Alokasi Dana Pendidikan dalam RAPBN 2021 Harus Sentuh Pesantren Demi Pemerataan
RAPBN 2023, Ini 5 Fokus...
RAPBN 2023, Ini 5 Fokus Pemerintahan Jokowi
Disetujui DPR, Ini Asumsi-Asumsi...
Disetujui DPR, Ini Asumsi-Asumsi dalam RAPBN 2021
Berita Terkini
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
8 menit yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
42 menit yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
3 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
10 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
10 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
10 jam yang lalu
Infografis
9 Poin Penegasan Rektor...
9 Poin Penegasan Rektor UGM terkait Ijazah Jokowi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved