Ini Kata Tim Reformasi Migas soal ISC

Senin, 22 Desember 2014 - 11:40 WIB
Ini Kata Tim Reformasi...
Ini Kata Tim Reformasi Migas soal ISC
A A A
JAKARTA - Tim Reformasi Tata Kelola Migas mengaku sudah memanggil Integrated Supply Chain (ISC).

ISC merupakan anak usaha PT Pertamina (Persero) yang diketahui berperan besar dalam proses usaha jual beli minyak yang dilakukan Petral.

"ISC sudah dipanggil. Kita ketemu dalam rapat dengan Pertamina," kata anggota Tim Reformasi Tata Kelola Migas Agung Wicaksono di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Minggu (21/12/2014).

Agung yang juga anggota UKP4 menjelaskan bahwa ISC adalah salah satu divisi usaha Pertamina yang berperan besar dalam bisnis migas Petral.

"Dia (ISC) yang menetapkan spek, volume, kebutuhan. Lalu dikembalikan ke Petral untuk dijalankan. Jadi memang benar ISC sangat signifikan perannya," ucap Agung.

Hanya saja Agung tidak menjelaskan, apakah ISC ini juga akan diusut. Dia juga tak menjelaskan ketika disebut bahwa ada banyak dugaan kejanggalan dalam ISC.

"Beberapa waktu lalu kita sudah datangkan ISC rapat. Waktu itu dengan Pertamina semua. Sudah kok," katanya.

Untuk diketahui, Menteri ESDM Sudirman Said sangat paham apa yang dilakukan ISC dalam bisnis migas di Indonesia.

Sudirman dipercaya menjadi Staf Ahli Dirut Pertamina pada era Ari Soemarno. Selanjutnya, dia dipercaya sebagai Sekretaris Perusahaan, sebelum menduduki posisi strategis sebagai Senior Vice President ISC.

Karier Sudirman di ISC terhenti ketika Dirut Pertamina yang baru, Karen Agustiawan pada Jumat (20/3/2009) dalam sebuah acara tertutup di Kantor Pusat Pertamina, Sudirman mencopot jabatannya di ISC.

Ditempat yang sama Kepala Tim Khusus Reformasi Tata Kelola Migas (RTKM) Faisal Basri bercerita soal audit yang dilakukan pihaknya terhadap Petral.

"Saya enggak apa-apa difitnah. Dibilang masuk angin dan segala macam, padahal kita sampaikan sesuatu berdasarkan pendalaman," kata Faisal.

Dia mengatakan bahwa Petral selama ini ternyata hanya trader, pedagang.

"Kita melakukan proses rekomendasi berdasarkan kajian. Apa itu Petral, kegiatannya apa saja. Banyak yang enggak tahu bahwa Petral lakukan trading juga. Selain impor juga ekspor," katanya.

Lebih lanut dia juga mengingatkan bahwa Indonesia nantinya pasti akan lebih banyak konsumsi BBM sedangkan produksi menurun. Inilah alasannya, kenapa Indonesia harus melakukan trading atau jual-beli migas.

"Nantinya, dalam trading ini apakah lebih banyak perusahaan IOC atau bagaimana. Itu nanti," tukasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dirjen Migas Dinonaktifkan...
Dirjen Migas Dinonaktifkan Dugaan Korupsi Tata Kelola Minyak Mentah
Sri Mulyani Pegang Teguh...
Sri Mulyani Pegang Teguh Falsafah Jawa: Sepi Ing Pamrih Rame Ing Gawe
Reformasi Tata Kelola...
Reformasi Tata Kelola Pasar Modal, Analis Ingatkan soal Eksekusi
Kakorlantas Sebut Reformasi...
Kakorlantas Sebut Reformasi Tata Kelola Samsat Berdampak Peningkatan PAD.
Sukses Terapkan GRC,...
Sukses Terapkan GRC, Perusahaan Asuransi Ini Diganjar 2 Penghargaan
Pertamina Kembali Masuk...
Pertamina Kembali Masuk Fortune Global 500, Legislator: Sejak Dulu Bisa Jadi Kelas Dunia
Berita Terkini
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
49 menit yang lalu
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
9 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
10 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
10 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
10 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Manfaatkan Tenaga Surya Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
10 jam yang lalu
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Bakal Bangun 11 Rusun Baru, Ini Lokasinya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved