Pertumbuhan Ekonomi AS Dorong Dow Berakhir di Atas 18.000

Rabu, 24 Desember 2014 - 09:03 WIB
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi AS Dorong Dow Berakhir di Atas 18.000
A A A
NEW YORK - Indeks saham di Wall Street pada perdagangan Selasa waktu setempat berakhir reli. Indeks Dow Jones ditutup di atas level 18.000 untuk kali pertama dan S&P 500 berakhir pada rekor baru setelah rilis pertumbuhan ekonomi, yang di atas estimasi.

Sementara indeks Nasdaq berakhir terkoreksi tipis karena tertekan aksi jual terbesar pada sektor biotek dalam beberapa bulan di tengah transaksi ringan menjelang liburan Natal. Pasar saham di Amerika Serikat (AS) akan tutup lebih awal pada Rabu dan akan tutup penuh pada Kamis waktu setempat.

Indeks Dow dan S&P 500 mengalami kenaikan intraday selama lima hari berturut. Indeks Dow naik naik ke level 18.069,22 dan naik sekitar 175% dari posisi terendah pada 9 Maret 2009. Sedangkan indeks S&P menutup rekor ke-51 di tahun ini.

Pemerintah AS merilis revisi pertumbuahan ekonomi AS pada akhir kuartal III tahun ini naik menjadi 5%, tercepat dalam 11 tahun terakhir dan melampaui ekspektasi pertumbuhan sebesar 4,3%.

"Semua orang terkejut (dengan pertumbuhan ekonomi), dan saya pastinya senang. Tapi pertanyaannya adalah bagaimana inflasi yang begitu rendah di saat PDB begitu tinggi? Apakah PDB akan turun kembali secara dramatis, atau kita akan melihat kenaikan inflasi, yang bisa menempatkan lebih banyak tekanan kepada Fed," kata Kepala Analis Pasar Saham di Phoenix Financial Services Wayne Kaufman seperti dilansir dari Reuters, Rabu (24/12/2014).

Laporan pertumbuhan ekonomi ini mendorong bursa saham reli, dengan sembilan dari 10 sektor utama di indeks S&P 500 menguat. Satu-satunya sektor yang terkoreksi adalah kesehatan (SPXHC), yang turun 2,2% akibat menurunnya saham biotek.

Sektor biotek di indeks Nasdaq (NBI) turun 4,6%, penurunan terbesar satu hari sejak 10 April 2014.

Sementara Dow Jones Industrial Average ditutup naik 64,67 poin atau 0,36% ke 18.024,11; indeks S&P 500 naik 3,64 poin atau 0,18% ke 2.082,18; sedangkan Nasdaq Composite turun 16,00 poin atau 0,33% ke 4.765,42.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
S&P Tahan RI Masih Investment...
S&P Tahan RI Masih Investment Grade, Fuad Bawazier Prediksi Ekonomi Bangkit 6 Bulan Lagi!
7 jam yang lalu
Transaksi Serba Digital,...
Transaksi Serba Digital, Pembelian Token Listrik Semakin Praktis
9 jam yang lalu
BI Injeksi Likuiditas...
BI Injeksi Likuiditas Rp837,11 Triliun, Tekanan di Pasar Uang Mulai Reda
9 jam yang lalu
Mantan Menkeu Ungkap...
Mantan Menkeu Ungkap 3 Gol Besar Sistem Ekspor Satu Pintu yang Dipuji S&P
10 jam yang lalu
MAMI Kelola Aset Rp125...
MAMI Kelola Aset Rp125 Triliun hingga Juni 2026, Catat Lebih 2,6 Juta Investor
10 jam yang lalu
Elnusa Petrofin Pastikan...
Elnusa Petrofin Pastikan Distribusi BBM di Sumatra Utara Kembali Normal
10 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved