Dua Hunian Eksklusif Paramount Land

Rabu, 24 Desember 2014 - 12:00 WIB
Dua Hunian Eksklusif...
Dua Hunian Eksklusif Paramount Land
A A A
PT Paramount Land menyelenggarakan acara ground breaking atau peletakan batu pertama dua buah kluster atau village di Gading Serpong, yaitu Omaha Village dan Montana Village.

Direktur Teknik Paramount Land Aryo Tri Ananto mengatakan, Omaha Village dan Montana Village merupakan produk-produk unggulan Paramount Land yang telah diluncurkan pada April hingga Juni 2014 lalu. Omaha Village yang diluncurkan dalam dua tahap dengan total 300 unit ini mengusung arsitektur bergaya Amerika dan konsep rumah sehat dengan bangunan “Detached”.

Setiap unit rumah dibangun secara terpisah dan tidak menempel satu dengan yang lain. “Dengan konsep detached membuat rumah lebih mewah, besar, dan lebih privasi. Dan minat konsumen terhadap produk ini sangat tinggi,” ujarnya. Omaha Villlage dibangun di atas lahan seluas 5 hektare, yang terdiri atas luas tanah 60-96 m2 dan luas bangunan bervariasi antara 80-120 m2. Omaha Village dipasarkan dengan harga antara Rp1,15 miliar-Rp1,86 miliar per unit.

Menurut Aryo, kedua kluster yang diluncurkan pada kuartal I 2014 lalu tersebut, sudah habis terjual dan mencapai penjualan Rp700 miliar. Dan kedua kluster ini rencananya diserahterimakan masing-masing pada Maret dan April 2016.

Lucas Maringka, associate director yang membawahi Divisi Delivery Services, Customer Care dan Estate Management Paramount Land, menyebutkan beberapa waktu lalu Paramount Land telah melakukan handover celebration untuk sejumlah unit dari lima (5) produk, yaitu Bohemia, Alicante, Menaggio, Michelia, dan ruko Neo Arcade.

Handover celebration ini merupakan yang perdana dilakukan sejak terbentuknya Delivery Services Division Paramount Land. Sementara itu, Presiden Direktur Paramount Land Ervan Adi Nugroho mengatakan, untuk tahun 2015, perusahaan telah menyiapkan sejumlah ekspansi.

Di antaranya dengan pembangunan real estate di Semarang, Jawa Tengah, unit landed house dan high rest di Gading Serpong, kawasan komersial di Pekanbaru, dan resor di Jimbaran, Bali. Untuk itu, perusahaan telah menyiapkan capital expenditure (capex) sebesar Rp1,5 triliun. “Tapi fokus utama kami masih di rumah tapak (landed house ) karena permintaannya masih tinggi dan demand -nya semakin banyak,” ujar Ervan.

Anton c
(ftr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
5 Pengusaha Properti...
5 Pengusaha Properti Dunia Terkaya
Re/Max Solusi Ajak Generasi...
Re/Max Solusi Ajak Generasi Muda Terlibat dan Investasi Properti
Properti Pulih Lebih...
Properti Pulih Lebih Cepat, Daya Beli Bangkit Lebih Kuat
Diskusi Bedah Potensi...
Diskusi Bedah Potensi Properti di tahun 2022
Pameran Properti di...
Pameran Properti di Surabaya Dorong Gairah Pasar Hunian Awal 2026
7 Alasan Kenapa Harus...
7 Alasan Kenapa Harus Memilih Investasi Properti
Berita Terkini
PINDEX 2026 Dibuka,...
PINDEX 2026 Dibuka, Pertamina Patra Niaga Tampilkan Inovasi Engineering Energi Hilir
20 menit yang lalu
Rupiah Jebol Tembus...
Rupiah Jebol Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Pelemahan Terburuk Sepanjang Sejarah
25 menit yang lalu
IHSG Rontok Lagi Hari...
IHSG Rontok Lagi Hari Ini, Tak Lama Pembukaan Anjlok 1,25% ke 5.866
49 menit yang lalu
IHSG Nyungsep, Purbaya...
IHSG Nyungsep, Purbaya Tuding Rumor Downgrade S&P Jadi Biang Kerok
1 jam yang lalu
Didimax Rayakan Ulang...
Didimax Rayakan Ulang Tahun ke-27, Kepala Bappebti Berikan Apresiasi
1 jam yang lalu
Buntut Dugaan Kerja...
Buntut Dugaan Kerja Paksa, Indonesia Terancam Digetok Tarif Baru dari AS
1 jam yang lalu
Infografis
Geger Suksesi Keraton...
Geger Suksesi Keraton Solo: Dua Putra Berebut Takhta
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved