Harga BBM Subsidi Baru Tunggu Peraturan Presiden

Senin, 29 Desember 2014 - 17:59 WIB
Harga BBM Subsidi Baru...
Harga BBM Subsidi Baru Tunggu Peraturan Presiden
A A A
JAKARTA - Rencana pemerintah menaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis premium atau RON 88 hingga mencapai harga keekonomian pada awal 2015, tinggal menunggu peraturan presiden (Perpres).

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Naryanto Wagimin mengatakan, rencananya penghapusan subsidi BBM jenis premium ini akan dilaksanakan 1 Januari 2015. Hal itu, artinya BBM jenis premium akan mengikuti fluktuasi harga minyak dunia.

"Tinggal menunggu peraturan presiden. Saat ini, masih dibahas di Kemenko Perekonomian mungkin hari ini sudah diteken, kalau tidak mungkin besok," ujarnya, di Jakarta, Senin (29/12/2014).

Menurut Naryanto, awal tahun depan pemerintah juga akan menerapkan subsidi tetap untuk BBM bersubsidi jenis solar. Adapun saat ini perhitungan masih di bahas di Kementerian Keuangan.

"Itu merupakan opsi ke dua besarannya Rp.500-Rp1.000 per liter. Harga jual solar nanti berfluktuasi (menyesuaikan harga minyak dunia)," imbuh Naryanto.

Dia berdalih, pemberian subsidi untuk BBM jenis solar lantaran masih digunakan untuk kalangan menengah ke bawah. Meski demikian pemerintah tidak akan memberikan subsidi bagi pelaku industri.

"Saat ini sedang dibahas patokan harga minyaknya nanti bagaimana kalau naik atau turun. Kita masih bahas harga patokannya," terangnya.

Di sisi lain, Naryanto mengungkapkan terkait penghapusan premium tidak bisa diterapkan segera karena masih terkendala kilang milik PT Pertamina (Persero).

"Saat ini mayoritas kilang hanya mampu memproduksi BBM kualitas rendah. Jadi saya kira premium dengan RON 88 masih tetap ada tahun depan," ungkap Naryanto.

Seperti diketahui Tim Reformasi Tata Kelola Migas telah merekomendasikan agar impor RON 88 atau setara premium ditiadakan. Rekomendasi penghapusan premium ini agar bisnis PT Pertamina (persero) kuat, terutama di negeri sendiri. Disamping itu, penghapusan premium akan menguntungkan masyarakat karena konsumsi akan jauh pebih bagus ketimbang premium.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tak Tepat Sasaran, Hanya...
Tak Tepat Sasaran, Hanya 40 Persen Masyarakat Tak Mampu Penerima Subsidi BBM
Menilik Urgensi Reformasi...
Menilik Urgensi Reformasi Subsidi BBM, Jangan Lupakan 2 Hal Ini
Subsidi BBM Jadi Beban...
Subsidi BBM Jadi Beban APBN, Legislator: Harus Cari Cara Tepat Sasaran
Pengamat: Subsidi Langsung...
Pengamat: Subsidi Langsung Jadi Solusi Masalah Penyaluran BBM
Kuota BBM Subsidi Tahun...
Kuota BBM Subsidi Tahun Depan Disepakati, Ini Rinciannya
DPR Usul Sistem Pemberian...
DPR Usul Sistem Pemberian Subsidi BBM Diubah
Berita Terkini
Potensi Tokenisasi Aset...
Potensi Tokenisasi Aset Capai USD2 Triliun di 2030, Keamanan Investor Jadi Kunci
10 menit yang lalu
Airlangga Sangkal PFII...
Airlangga Sangkal PFII Jadi Surga Pencucian Uang: Bukan untuk Dana-dana Gelap
29 menit yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Bangun Budaya Sadar Bencana di Lingkungan Sekolah
1 jam yang lalu
Danantara Buka Pendaftaran...
Danantara Buka Pendaftaran Lenders Panel untuk Pembiayaan PSEL
1 jam yang lalu
Kepercayaan Konsumen...
Kepercayaan Konsumen Antarkan KARA Raih Empat Penghargaan IOB Award 2026
1 jam yang lalu
Kredit Perbankan Juni...
Kredit Perbankan Juni 2026 Tumbuh 12,67%, BI Optimistis Capai Target Tahun Ini
1 jam yang lalu
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Bakal Bangun 11 Rusun Baru, Ini Lokasinya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved