Nilai Kapitalisasi Pasar Indonesia Tahun Ini Naik 19,9%
Selasa, 30 Desember 2014 - 18:46 WIB
Nilai Kapitalisasi Pasar Indonesia Tahun Ini Naik 19,9%
A
A
A
JAKARTA - Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nurhaida mengungkapkan, nilai kapitalisasi pasar Indonesia pada 2014 naik 19,9% dari tahun sebelumnya.
Dia menyebutkan, nilai kapitalisasi pasar tahun ini mencapai USD414,29 miliar atau senilai Rp5.145 triliun (kurs Rp12.422/USD). Angka ini meningkat sebesar USD68,75 miliar, dari USD345,54 miliar pada 30 Desember 2013.
"Perbandingan nilai kapitalisasi pasar dari beberapa bursa, Indonesia menempati posisi keenam setelah Thailand dan India," ujarnya di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (30/12/2014).
Sementara itu, terkait persiapan pasar modal dalam menghadapi tantangan pada 2015, OJK sebagai regulator hanya mempersiapkan sejumlah upaya untuk menghadapi pasar yang berpotensi negatif .
"Kalau analis bisa berikan angka, namun kalau kita hanya mempersiapkan market. Mudah-mudahan 2015 bisa memberikan sentimen positif, karena segala masalah di 2014 dapat diselesaikan" jelasnya.
Lebih lanjut Nurhaida menerangkan, pertumbuhan IHSG Indonesia secara regional menempati peringkat kelima setelah Philipina. "Sementara di Asia Tenggara (ASEAN), Indonesia menempati posisi ketiga," pungkasnya.
Dia menyebutkan, nilai kapitalisasi pasar tahun ini mencapai USD414,29 miliar atau senilai Rp5.145 triliun (kurs Rp12.422/USD). Angka ini meningkat sebesar USD68,75 miliar, dari USD345,54 miliar pada 30 Desember 2013.
"Perbandingan nilai kapitalisasi pasar dari beberapa bursa, Indonesia menempati posisi keenam setelah Thailand dan India," ujarnya di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (30/12/2014).
Sementara itu, terkait persiapan pasar modal dalam menghadapi tantangan pada 2015, OJK sebagai regulator hanya mempersiapkan sejumlah upaya untuk menghadapi pasar yang berpotensi negatif .
"Kalau analis bisa berikan angka, namun kalau kita hanya mempersiapkan market. Mudah-mudahan 2015 bisa memberikan sentimen positif, karena segala masalah di 2014 dapat diselesaikan" jelasnya.
Lebih lanjut Nurhaida menerangkan, pertumbuhan IHSG Indonesia secara regional menempati peringkat kelima setelah Philipina. "Sementara di Asia Tenggara (ASEAN), Indonesia menempati posisi ketiga," pungkasnya.
(dmd)
Lihat Juga :